<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431</id><updated>2012-01-10T03:22:49.153-08:00</updated><category term='olahraga'/><category term='padangsidempuan'/><category term='ubadari'/><category term='kapal putih'/><category term='pohon madu'/><category term='longboat'/><category term='kerapu'/><category term='rusa'/><category term='ponds'/><category term='cukur'/><category term='kacamata hitam'/><category term='agas'/><category term='manggeris'/><category term='B1'/><category term='camp tarik'/><category term='hutan'/><category term='gratis'/><category term='pongo'/><category term='supir'/><category term='madina'/><category term='keraya'/><category term='labi-labi'/><category term='terpuruk'/><category term='kotawaringin'/><category term='kokas'/><category term='pajak'/><category term='pengantin'/><category term='sekonyer'/><category term='tonda'/><category term='pangkalan bun'/><category term='kepiting'/><category term='istana kuning'/><category term='pasar'/><category term='track loader'/><category term='benih'/><category term='tenda biru'/><category term='baning'/><category term='aek mais'/><category term='sunset'/><category term='tanjung puting'/><category term='licin'/><category term='fakfak'/><category term='berlebaran'/><category term='cabe'/><category term='berburu'/><category term='burung'/><category term='becak motor'/><category term='dubing'/><category term='papua'/><category term='volley'/><category term='indomie'/><category term='kempas'/><category term='sibolga'/><category term='anatra'/><category term='papa T. Bob'/><category term='wheel loader'/><category term='padi'/><category term='kaimana'/><category term='bibit'/><category term='beringin'/><category term='sente'/><category term='ular hijau'/><category term='baku'/><category term='angkot'/><category term='nama anak'/><category term='strangler tree'/><category term='pontianak'/><category term='film india'/><category term='butahuruf'/><category term='danaruma'/><category term='HPH'/><category term='kereta angin'/><category term='logging truck'/><category term='beruang madu'/><category term='kereta'/><category term='tuba'/><category term='talas'/><category term='pitak'/><category term='becek'/><category term='gelombang cinta'/><category term='hotel istana'/><category term='babi'/><category term='nasionalis'/><category term='lalulintas air'/><category term='ampas'/><category term='pakter'/><category term='taksi'/><category term='tumbang bayang'/><category term='sumut'/><category term='ikan'/><category term='siantar'/><category term='sawangan'/><category term='buah'/><category term='trailer'/><category term='bunderan'/><category term='orangutan'/><category term='marga'/><category term='kelotok'/><category term='kutu monyet'/><category term='epifit'/><category term='alam bebas'/><category term='teluk balai'/><category term='pelni'/><category term='hujan'/><category term='belanja'/><category term='motor'/><category term='binjai'/><category term='ficus benyamina'/><category term='sumatera utara'/><category term='taksi sumatera'/><category term='mangsa'/><category term='bunglon'/><category term='tabuyung'/><category term='kalimantan'/><category term='lapo'/><category term='barbershop'/><category term='hitam'/><category term='anjing'/><category term='lintah'/><category term='mogok'/><category term='base camp'/><category term='tradisi'/><category term='B2'/><category term='sukabumi'/><category term='hama'/><category term='sarden'/><category term='ara'/><category term='jalan raya'/><category term='bugar'/><title type='text'>Walk Away</title><subtitle type='html'>Walk Away 
Until You Have a Reason to Stop....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3596283537513414804</id><published>2012-01-09T06:45:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T07:17:10.417-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sarden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indomie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berburu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rusa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baning'/><title type='text'>Mencari Alternatif Menu Sehari-hari</title><content type='html'>Persoalan utama yang dihadapi pekerja di hutan adalah menu sehari-hari. Lokasi yang jauh dari pemukiman menyebabkan sulit memperoleh sembako seperti layaknya kehidupan di pedesaan atau perkotaan. Satu-satunya yang menjadi andalan hanyalah kantin milik perusahaan. Tapi itu pun hanya menyediakan sembako kering seperti mie instan, beras, ikan asin, korned, atau sarden. Tidak ada sayuran ataupun ikan dan daging segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s1600/rusa.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s1600/rusa.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu menu sarden dan mis instan sudah menjadi kuliner khas di sana. Bisa dibayangkan betapa bosannya kalau tiap hari yang disajikan cuma indomie rebus, ikan asin bakar, atau sambal sarden. Sebagai alternatif, pekerja-pekerja di hutan mencari sumber makanan dengan cara berburu rusa atau memancing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-71Vb4U8eafM/S_trjsQzgmI/AAAAAAAAAJ8/bBEGUR3jikU/s1600/aljamando.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-71Vb4U8eafM/S_trjsQzgmI/AAAAAAAAAJ8/bBEGUR3jikU/s1600/aljamando.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal mencari daging segar, pekerja-pekerja pribumi dikenal sebagai pemburu yang handal. Mereka terampil membuat senjata rakitan sendiri yang di sana disebut dum-dum atau senapan lantak. Dengan &lt;i&gt;garam sendawa&lt;/i&gt; (sejenis bubuk mesiu) dan peluru timah yang juga dibuat sendiri, mereka sanggup menyusuri lantai hutan di malam hari, dan kembali ke camp dengan seekor rusa atau kijang di pundak. Kalau tidak mendapat kijang, pelanduk atau landak atau burung ruai pun jadilah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mBjOiXlRebg/TtZiaa-Fw1I/AAAAAAAAA6I/OglOKndpBsc/s1600/survey3.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mencari ikan juga menjadi pilihan terutama kalau lokasi base camp dekat sungai besar. Bisa dengan cara memancing, atau memasang jaring, atau menyelam sambil menombak ikan. Jenis ikan yang diperoleh biasanya ikan-ikan lokal yang tidak ditemukan di perkotaan. Yang bisa dikenali paling-paling ikan gabus (di Kalimantan dikenal sebagai &lt;i&gt;Ikan Haruan&lt;/i&gt;), atau Lele, atau Baung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mBjOiXlRebg/TtZiaa-Fw1I/AAAAAAAAA6I/OglOKndpBsc/s1600/survey3.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-mBjOiXlRebg/TtZiaa-Fw1I/AAAAAAAAA6I/OglOKndpBsc/s400/survey3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang buruan favorit lainnya adalah &lt;i&gt;kura-kura, labi-labi&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;baning&lt;/i&gt;. Ketiganya hampir sejenis. Sama-sama keluarga kura-kura yang membawa-bawa tempurung di punggungnya. Hanya saja kalau labi-labi adalah amphibi yang hidup di dua alam, kura-kura dan baning hidup di darat. Labi-labi bentuknya seperti bulus, tempurungnya lebar menyerupai penggorengan dengan warna kusam abu-abu. Tempurung kura-kura dan baning (&lt;i&gt;Tetsuda emys&lt;/i&gt;) lebih menggelembung menyerupai helm tentara. Bedanya lagi, tempurung baning punya corak lebih indah.&lt;br /&gt;Labi-labi – seperti halnya katak – masih bisa dipertanyakan halal atau makruhnya. Tapi kalau baning jelas-jelas halal karena hidup di darat dan hanya memakan kulit kayu dan jamur. Dagingnya pun enak. Lebih enak lagi karena mereka gampang ditangkap. Kalau sudah kelihatan merayap di lantai hutan, tinggal diangkat dan dibawa pulang ke tenda. Labi-labi bisa bergerak cepat – lebih-lebih kalau sedang berada di dalam air – dan memiliki daging kenyal-kenyal empuk. Sementara daging baning berwarna merah seperti daging kerbau.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-71Vb4U8eafM/S_trjsQzgmI/AAAAAAAAAJ8/bBEGUR3jikU/s1600/aljamando.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lwHpYBEIEzI/TBjc3pTcr-I/AAAAAAAAAK8/adSc410U-iI/s1600/labi-labi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-lwHpYBEIEzI/TBjc3pTcr-I/AAAAAAAAAK8/adSc410U-iI/s320/labi-labi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak enak adalah cara menyembelihnya. Baning atau kura-kura atau labi-labi seringkali disembelih hidup-hidup! &lt;br /&gt;Badan hewan merayap itu ditelentangkan, kemudian tempurungnya dibelah berkeliling dari samping. Setelah itu dibuka seperti orang membuka sekaleng sarden. Pada saat itu kempat kaki dan organ tubuh di dalamnya masih bergerak-gerak!&lt;br /&gt;Adegan itulah yang sering membuat miris. Tapi kata mereka itu cara paling cepat dan praktis. “Kalau mau disembelih, di mana motongnya, Om? Lehernya keluar masuk terus, susah megangnya....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3596283537513414804?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3596283537513414804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2012/01/mencari-alternatif-menu-sehari-hari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3596283537513414804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3596283537513414804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2012/01/mencari-alternatif-menu-sehari-hari.html' title='Mencari Alternatif Menu Sehari-hari'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s72-c/rusa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-2299706926458979768</id><published>2011-11-30T19:48:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T19:48:42.189-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beringin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strangler tree'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='epifit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ficus benyamina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keraya'/><title type='text'>Pohon Pencekik (Strangler Tree)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-65BdSlqiVKI/TtZh5Fn-u-I/AAAAAAAAA5o/S-f_rzFyMZ8/s512/Keraya1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hJOMvvFkqbs/TtZiJmx5Q_I/AAAAAAAAA6A/WquRbyJawzY/s533/Keraya2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-hJOMvvFkqbs/TtZiJmx5Q_I/AAAAAAAAA6A/WquRbyJawzY/s320/Keraya2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hJOMvvFkqbs/TtZiJmx5Q_I/AAAAAAAAA6A/WquRbyJawzY/s533/Keraya2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lR9038fDFl0/TtZiB1tPTZI/AAAAAAAAA50/4f-x6qyebWk/s512/StranggleTree.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Istilah pohon pencekik atau &lt;b&gt;strangler tree&lt;/b&gt; terdengar menyeramkan. Padahal itu hanyalah sebutan untuk cara yang dipakai pohon &lt;b&gt;beringin&lt;/b&gt; atau pohon ara (&lt;i&gt;Ficus benyamina&lt;/i&gt;) berkembang biak. Dinamakan pohon pencekik karena beringin berkembang biak dengan cara mencekik pohon inangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teorinya begini.&lt;br /&gt;Biji pohon beringin yang tanpa sengaja terbawa paruh burung pemakan biji-bijian, jatuh dekat sebatang pohon. Biji tadi akan bertunas dan tumbuh dengan cara melilit pohon yang ada di dekatnya. Pada tahap itu beringin hidup sebagai epifit, hanya sekedar menempel untuk mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lR9038fDFl0/TtZiB1tPTZI/AAAAAAAAA50/4f-x6qyebWk/s512/StranggleTree.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-lR9038fDFl0/TtZiB1tPTZI/AAAAAAAAA50/4f-x6qyebWk/s320/StranggleTree.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan, akar beringin makin kuat dan batangnya makin besar. Pada tahap selanjutnya, batang beringin akan mencengkeram erat pohon induknya sedemikian rupa sehingga si pohon induk akhirnya tidak dapat tumbuh normal karena tidak punya ruang gerak lagi. Pada tahap akhir, pohon induk justru mati dengan sendirinya, sementara beringin yang tadinya menumpang justru tumbuh kokoh dan kuat sebagai pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CdMdbhC_Dw0/Ttb1EwfjCfI/AAAAAAAAA6c/UhrjtbCSj3Q/s512/Keraya3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-CdMdbhC_Dw0/Ttb1EwfjCfI/AAAAAAAAA6c/UhrjtbCSj3Q/s320/Keraya3.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Proses pencekikan tadi bisa berlangsung bertahun-tahun, apalagi kalau hanya ada satu pencekik saja. Dalam perjalanan melintasi belantara, biasanya paling banyak hanya ada lima atau enam beringin yang menempel pada pohon induk. Karena itu sangatlah mengejutkan ketika pada suatu hari menemukan puluhan pohon pencekik mengerubuti sebatang pohon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-65BdSlqiVKI/TtZh5Fn-u-I/AAAAAAAAA5o/S-f_rzFyMZ8/s512/Keraya1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-65BdSlqiVKI/TtZh5Fn-u-I/AAAAAAAAA5o/S-f_rzFyMZ8/s320/Keraya1.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hJOMvvFkqbs/TtZiJmx5Q_I/AAAAAAAAA6A/WquRbyJawzY/s533/Keraya2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, bisa dibayangkan betapa menderitanya sang pohon induk. Tidak perlu menunggu sampai setahun untuk menyaksikan sang beringin tampil sebagai pemenang, sementara sang pohon induk hilang nyaris tanpa bekas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-2299706926458979768?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/2299706926458979768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/pohon-pencekik-strangler-tree.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2299706926458979768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2299706926458979768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/pohon-pencekik-strangler-tree.html' title='Pohon Pencekik (Strangler Tree)'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hJOMvvFkqbs/TtZiJmx5Q_I/AAAAAAAAA6A/WquRbyJawzY/s72-c/Keraya2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8168473650222208140</id><published>2011-11-30T07:13:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T08:53:40.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trailer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepiting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wheel loader'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='track loader'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logging truck'/><title type='text'>Logging Truck</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yTKWdWGuDmA/TqgSPqjnyNI/AAAAAAAAAz8/JNh1S7OhM98/s128/LT%2525201.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-yTKWdWGuDmA/TqgSPqjnyNI/AAAAAAAAAz8/JNh1S7OhM98/s400/LT%2525201.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar kendaraan seperti terlihat di atas disebut &lt;b&gt;logging truck&lt;/b&gt;. Kendaraan ini digunakan khusus untuk mengangkut kayu bulat (log). &lt;b&gt;Heavy Equipment&lt;/b&gt; ini dapat memuat kayu bulat sampai 40 meter kubik atau setara dengan 50 ton kayu gelondongan!&lt;br /&gt;Bagian belakang dibuat tanpa pembatas agar mudah menaik-turunkan kayu. Hanya ada tiang penyangga di kanan kiri badan truk, untuk menjaga agar muatan tidak jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan pekerja hutan, truk semacam itu populer dengan sebutan ‘trailer’. Sebutan trailer ini diberikan karena truk mempunyai gandengan. (Logging truck yang tidak mempunyai gandengan disebut engkel). Gandengan itu bisa dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan. Pada saat bermuatan, gandengan dipasang supaya truk bisa menampung kayu bulat dengan kisaran panjang sampai 16 meter. Pada saat tanpa muatan, gandengan dilepas dan dinaikkan di bak belakang sehingga truk dapat melaju lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qqjHuYdpO-k/TqgSY_p6sPI/AAAAAAAAA0I/vEmapXf6_rw/s128/LT%2525203.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-qqjHuYdpO-k/TqgSY_p6sPI/AAAAAAAAA0I/vEmapXf6_rw/s400/LT%2525203.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan belakang dipindahkan dengan alat berat lain yang populer disebut kepiting. Nama resmi kendaraan tersebut adalah &lt;b&gt;Loader&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Sesuai namanya, loader digunakan untuk membongkar dan memuat kayu gelondongan dari atau ke atas logging truck. Ada dua macam loader, yaitu &lt;b&gt;Wheel Loader&lt;/b&gt; yang memakai ban karet seperti terlihat dalam gambar. Ada juga &lt;b&gt;Track Loader&lt;/b&gt; yang menggunakan ban rantai seperti bulldozer atau tank baja. Track Loader lazim digunakan untuk daerah pemuatan dengan kondisi becek atau ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2XYO6_FQ1po/TsUfiCHY2iI/AAAAAAAAA2E/jm4EkloACi8/s128/Loader1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-2XYO6_FQ1po/TsUfiCHY2iI/AAAAAAAAA2E/jm4EkloACi8/s400/Loader1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memindahkan gandengan supaya bisa nangkring dengan nyaman di bagian belakang logging truck, bisa dilihat dalam rangkaian gambar berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Koo_Cm_QXvE/TsUff7x2VZI/AAAAAAAAA18/cXOBT6D54Xk/s128/Trailer2.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://3.bp.blogspot.com/-Koo_Cm_QXvE/TsUff7x2VZI/AAAAAAAAA18/cXOBT6D54Xk/s400/Trailer2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4NAVwVvxo3M/TsUp8YBs-2I/AAAAAAAAA20/4LEhjokrKG0/s128/Trailer3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://4.bp.blogspot.com/-4NAVwVvxo3M/TsUp8YBs-2I/AAAAAAAAA20/4LEhjokrKG0/s400/Trailer3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Koo_Cm_QXvE/TsUff7x2VZI/AAAAAAAAA18/cXOBT6D54Xk/s128/Trailer2.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-54JaWrQZC-M/TsUp7EZ9tiI/AAAAAAAAA2s/dxUIOGfHf60/s128/Trailer5.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-54JaWrQZC-M/TsUp7EZ9tiI/AAAAAAAAA2s/dxUIOGfHf60/s400/Trailer5.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8168473650222208140?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8168473650222208140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/logging-truck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8168473650222208140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8168473650222208140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/logging-truck.html' title='Logging Truck'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yTKWdWGuDmA/TqgSPqjnyNI/AAAAAAAAAz8/JNh1S7OhM98/s72-c/LT%2525201.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3436585920327165761</id><published>2011-11-30T06:35:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T06:40:04.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='base camp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='camp tarik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tenda biru'/><title type='text'>Dari Base Camp sampai Tenda Biru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_KfOEQeZ6Qs/TqK-lJ6kmHI/AAAAAAAAAsw/EEBzRtReSXw/s300/KantorCamp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-_KfOEQeZ6Qs/TqK-lJ6kmHI/AAAAAAAAAsw/EEBzRtReSXw/s300/KantorCamp.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam struktur perusahaan HPH – khususnya di lapangan – base camp merupakan pusat kegiatan. Di base camp terdapat kantor, bengkel, kantin, gudang, perumahan karyawan, dan sarana-sarana penting lainnya. Itu sebabnya pada saat akan berkunjung ke suatu HPH, pertanyaan pertama yang diajukan adalah: di mana base camp-nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi base camp biasanya ditentukan berdasarkan ketersediaan air bersih. Pertimbangan ini tentu saja karena air sangat vital dalam kehidupan. Pekerja-pekerja tidak akan nyaman kalau air sulit diperoleh. Itulah sebabnya base camp umumnya berada dekat sungai besar yang pasokan airnya tidak tergantung musim. Nama base camp pun biasanya juga tidak jauh-jauh dari nama sungai itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling enak kalau dekat lokasi base camp terdepat air terjun. Air tinggal dialirkan ke base camp dengan pipa, dan akan mengalir nonstop siang malam. Kalau ternyata letak sungai lebih rendah daripada camp, apa boleh buat, terpaksa menggunakan pompa untuk memindahkan air ke bangunan-bangunan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah hutan ada lagi rumah-rumah pekerja yang disebut &lt;a href="http://liveisadventures.blogspot.com/2011/04/camp-tarik.html"&gt;camp tarik&lt;/a&gt;. Di situ biasanya tinggal kelompok pekerja yang berhubungan langsung dengan pemungutan hasil hutan. Mulai dari operator chainsaw – gergaji mesin – yang bertugas menebang pohon, kemudian operator buldoser yang bertugas menarik potongan-potongan log ke tempat pengumpulan, dan tukang kupas yang kerjanya mengupas kulit kayu. Masing-masing dibantu satu atau dua orang helper.&lt;br /&gt;Karena lokasi penebangan berpindah-pindah, maka rumah mereka tidak dibuat permanen seperti di base camp. Rumahnya dibangun di atas dua potong log sejajar, sehingga kalau lokasi penebangan pindah, rumahnya tinggal ditarik menggunakan buldoser. Itu sebabnya disebut camp tarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camp tarik merupakan perumahan pekerja yang berada di ujung jalan angkutan. Tapi bukan berarti yang paling ujung. Jauh di dalam hutan, ada kelompok pekerja yang disebut regu survey. Mereka tidak dibuatkan rumah – baik permanen maupun semi permanen – tapi diberi terpal untuk tenda. Tempat kerjanya di tengah hutan sehingga mirip orang kemping.&lt;br /&gt;Satu regu survey terdiri dari sepuluh sampai duabelas orang. Tugasnya membuat batas areal penebangan dan mendata potensi kayu yang ada. Sekali masuk hutan mereka langsung membawa perlengkapan dan bekal makanan selama sebulan. Diantar sampai ujung jalan, selebihnya jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lokasi surveynya cuma beberapa kilometer, jalan kakinya cuma setengah hari. Tapi saya pernah mengalami lokasi survey sampai duapuluh kilometer. Wah, untuk melangsir perbekalan saja butuh lima hari. Untungnya anggota regu survey diambil dari masyarakat setempat yang sudah tidak asing dengan suasana hutan. Mereka bahkan sanggup mengangkut beban lebih dari 30 kg dengan kecepatan normal, tanpa alas kaki lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K39KmZLIQs0/TtYwFU0ZFII/AAAAAAAAA4Y/LAZtvSR0fak/s480/TendaBiru_picasa.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-K39KmZLIQs0/TtYwFU0ZFII/AAAAAAAAA4Y/LAZtvSR0fak/s300/TendaBiru_picasa.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atap tenda regu survey biasanya memakai terpal berukuran 6 kali 8 meter untuk tenda utama, dan 3 kali 4 meter untuk dapur. Karena pada masa-masa awal sering dipakai terpal berwarna biru, maka tempat bernaung itu sering disebut Tenda Biru. Dan sebutan itu tetap populer meskipun kemudian terpalnya memakai warna coklat atau hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau suatu saat Anda berjalan-jalan di hutan dan melihat ada tenda biru dengan kepulan asap di bagian belakang, jangan berpikir sedang ada hajatan perkawinan atau sunatan. Itu hanya rumah tinggal sementara para pekerja. Anda boleh saja singgah dan bahkan ikut makan, tapi tidak perlu menyelipkan amplop saat berpamitan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nOdmtnobFOE/TqbNQ-KxX1I/AAAAAAAAAzc/nvN7s7gpu9A/s540/CampBulik.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://2.bp.blogspot.com/-nOdmtnobFOE/TqbNQ-KxX1I/AAAAAAAAAzc/nvN7s7gpu9A/s540/CampBulik.JPG" width="540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3436585920327165761?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3436585920327165761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/dari-base-camp-sampai-tenda-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3436585920327165761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3436585920327165761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/11/dari-base-camp-sampai-tenda-biru.html' title='Dari Base Camp sampai Tenda Biru'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_KfOEQeZ6Qs/TqK-lJ6kmHI/AAAAAAAAAsw/EEBzRtReSXw/s72-c/KantorCamp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8235723287371907740</id><published>2011-10-25T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-12-01T19:12:26.245-08:00</updated><title type='text'>Jembatan Kahayan, Ikon Palangka Raya</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9uEIQsNu0IY/TqbA65poFGI/AAAAAAAAAyk/e9u_O8w_qT8/s1600/jembkahayan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://3.bp.blogspot.com/-9uEIQsNu0IY/TqbA65poFGI/AAAAAAAAAyk/e9u_O8w_qT8/s320/jembkahayan.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ada rencana berjalan-jalan ke kota Palangka Raya?&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada, sempatkan melihat Jembatan Kahayan. Itulah jembatan yang melintasi Sungai Kahayan di &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Kota Palangkaraya&lt;/span&gt;. Jembatan sepanjang 640 meter dengan lebar 9 meter itu sudah menjadi ikon Palangka Raya. Dari panjang enam ratusan meter itu, 150 meter berada persis di atas jalur pelayaran sungai.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jembatan ini dibangun pada tahun &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;1995&lt;/span&gt; dan selesai pada tahun &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;2001&lt;/span&gt;. Diresmikan oleh Presiden &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Megawati Soekarnoputri&lt;/span&gt; pada tanggal &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;13 Januari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;2002&lt;/span&gt;, Jembatan Kahayan menghubungkan Palangkaraya dengan dengan K&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;abupaten Barito Selatan&lt;/span&gt; dan tembus ke &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Kabupaten Barito Utara&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1336913564"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1336913565"&gt;&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nL57NFxYreY/TqbBQHOfkzI/AAAAAAAAAy8/B7-Dg2I50QY/s1600/kahayan3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-nL57NFxYreY/TqbBQHOfkzI/AAAAAAAAAy8/B7-Dg2I50QY/s320/kahayan3.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Selain sebagai sarana penghubung transportasi, Jembatan Kahayan juga jadi ajang kumpul-kumpul para remaja di sana. Hampir setiap sabtu dan minggu sore – jika cuaca cerah – puluhan remaja memarkir sepeda motornya dan duduk-duduk di sepanjang pembatas jembatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yntU8nPse84/Ttg_uKOR7AI/AAAAAAAAA8E/wm2Yz8tdZeA/s1600/KahayanFisherman.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-yntU8nPse84/Ttg_uKOR7AI/AAAAAAAAA8E/wm2Yz8tdZeA/s320/KahayanFisherman.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tentunya menyenangkan sekali melihat polah remaja dengan berbagai tingkah dan gayanya. Jangan heran lho kalau busana dan hape mereka mengikuti trend. Meski jauh di Kalimantan sana, urusan mode dan gaya hidup tidak kalah dengan kota besar lainnya. Kalau sedang beruntung, kita juga bisa melihat atlit-atlit dayung berlatih di tepian sungai. Atau melihat nelayan setempat mencari ikan. Panorama kota pada saat senja juga menjadi sajian menarik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi, kapan jalan-jalan ke Palangka Raya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-b9dU4YI7ol8/TqbBWpra5PI/AAAAAAAAAzE/lI62dSUabe8/s1600/KahayanView.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="291" src="http://3.bp.blogspot.com/-b9dU4YI7ol8/TqbBWpra5PI/AAAAAAAAAzE/lI62dSUabe8/s540/KahayanView.JPG" width="540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8235723287371907740?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8235723287371907740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/10/jembatan-kahayan-ikon-palangka-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8235723287371907740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8235723287371907740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/10/jembatan-kahayan-ikon-palangka-raya.html' title='Jembatan Kahayan, Ikon Palangka Raya'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9uEIQsNu0IY/TqbA65poFGI/AAAAAAAAAyk/e9u_O8w_qT8/s72-c/jembkahayan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8330319907999172611</id><published>2011-10-02T10:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T10:14:50.015-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tradisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fakfak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sibolga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sawangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangkalan bun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berlebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teluk balai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabuyung'/><title type='text'>Berlebaran di berbagai Pelosok Nusantara</title><content type='html'>&lt;i&gt;Bersekolah di SPMAN Bogor merupakan saat pertama kalinya merantau. Sejak itulah saya hidup terpisah dari keluarga. Dan hal itu ternyata terus berlanjut, karena kemudian saya kuliah di Bandung, diteruskan dengan bekerja berpindah-pindah tempat hampir di seluruh pelosok nusantara..&lt;br /&gt;Kadang-kadang – karena satu dan lain sebab – saya tidak bisa pulang untuk berlebaran bersama keluarga. Suatu kenyataan yang sebenarnya menyedihkan tapi tetap harus dijalani. Kebiasaan dan tradisi berlebaran yang berbeda-beda di banyak tempat, merupakan pengalaman menarik seperti bisa dibaca berikut ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 1989 di Pontianak&lt;/b&gt;. Ini pertama kalinya saya merantau ke luar Jawa, ke sebuah perusahaan kayu di wilayah Kalimantan Barat. Karena hampir sebagian besar penghuni camp pulang kampung, kami (saya dan dua rekan seangkatan) ikut-ikutan turun ke Pontianak. Tiba di sana tepat saat beduk dan takbir mengalun di mana-mana. Karena tidak punya sanak saudara, kami menginap di Hotel Patria.  Keesokan harinya mengikuti Sholat Ied di sebuah lapangan yang sudah lupa namanya. Usai sholat, karena tidak tahu harus ke mana, kami menghabiskan waktu seharian dengan tidur-tiduran dan nonton tivi di kamar hotel. Sore harinya jalan kaki ke kantor telkom untuk mengirim telegram ke rumah orangtua.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 1992 berlebaran di Base Camp di Sumatera Utara&lt;/b&gt;. Waktu itu baru mulai bekerja sekitar empat bulan, jadi tidak mendapat ijin cuti. Suasana sunyi di tengah hutan menjadi terasa sekali, karena dari seratusan karyawan, hanya kami berenam yang tidak bisa cuti.&lt;br /&gt;Bayangkan, enam orang di tengah hutan belantara!&lt;br /&gt;Kami yang tadinya tidur di tempat terpisah, akhirnya berkumpul di salah satu rumah. Karena tidak ada kegiatan operasional, kemana-mana selalu berenam. Begitu juga saat mandi di sungai, memasak, makan, tidur, dan nonton tivi bareng-bareng. Selalu berenam, selalu bersama-sama....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 1994 di sebuah kampung kecil bernama Teluk Balai&lt;/b&gt;. Kampung itu berada di pesisir pantai barat Sumatera. Bersama beberapa rekan yang tidak cuti, kami berangkat ke mesjid setempat. Sampai di sana mesjid sudah tiga perempat penuh. Jemaah duduk bershaf-shaf dan melantunkan sholawat. Sampai pukul delapan belum ada tanda-tanda dimulainya sholat Ied. Jemaah terus menerus melantunkan shalawat tanpa putus.&lt;br /&gt;Sekitar pukul setengah sembilan, terdengar suara sepeda motor butut memasuki halaman mesjid. Suaranya yang ‘cempreng’ dan tidak enak membuat sebagian besar jemaah menoleh keluar. Beberapa bahkan bangkit berdiri menemui pengendara motor. Suara cempreng belum berhenti saat pengendara di atasnya berkata lantang: “Lebaran hari ini!”&lt;br /&gt;Terdengar seruan alhamdullilah dari berbagai sudut. Beduk dipukul, adzan dikumandangkan, dan sholat Ied berjamaah pun dimulai. Rupanya si pengendara sepeda motor adalah pengurus mesjid yang berangkat sejak subuh ke mesjid kecamatan (jaraknya sekitar 33 Km dari kampung tersebut) untuk menanyakan kepastian pelaksanaan lebaran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 1997 di Sibolga.&lt;/b&gt; Sholat Ied dilaksanakan di Lapangan Simare-mare yang berada persis di tengah kota. Jemaah datang menggelar tikar masing-masing di atas rumput yang setengah basah oleh sisa gerimis malam sebelumnya. Tidak ada yang istimewa dalam pelaksanaan sholat. Imam dan Khotib dirangkap oleh seorang pemuka agama yang jelas sekali berasal dari aparat TNI. Jumlah peserta pun tidak begitu banyak, terbagi dalam empat shaf jemaah pria dan dua shaf jemaah wanita di barisan belakangnya. Yang mengejutkan, segera setelah sholat dua rakaat selesai, jemaah wanita merapikan atribut sholatnya dan satu persatu meninggalkan lapangan. Acara khutbah hanya diikuti oleh jemaah pria....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 1999 di Desa Tabuyung&lt;/b&gt;, sebuah desa di pesisir barat Sumatera, sekitar sebelas kilometer sebelah utara Teluk Balai. Di desa itu ritual bermaaf-maafan ternyata sudah dimulai sejak pagi hari. Usai sholat subuh pertama di Bulan Syawal, masyarakat desa saling bermaaf-maafan. Diawali dari mesjid utama, dilanjutkan di sepanjang lorong perkampungan dan rumah-rumah penduduk.&lt;br /&gt;Sholat Ied dilaksanakan selepas fajar menyingsing. Pemandangan unik terlihat dari beberapa jemaah pria yang hadir di halaman mesjid dengan jubah menjuntai sampai mata kaki, lengan panjang, sorban menutup kepala disertai ikat kepala manik-manik. bagaikan pangeran-pangeran dari negeri Arab!&lt;br /&gt;Ternyata hal itu merupakan semacan kebiasaan di sana. Warga kampung yang sudah pernah menunaikan ibadah haji, akan tampil pada sholat Ied dengan busana lengkap bak sedang berada di padang pasir. Dengan demikian akan terlihat dengan jelas siapa-siapa saja yang sudah pernah berangkat ke tanah suci. Tradisi yang sama juga dilakukan saat sholat Idul Adha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 2003 di Sawangan&lt;/b&gt;. Ini lebaran pertama setelah lama merantau di luar Jawa. Perumahan tempat tinggal kami memiliki musholla, sementara pelaksanaan Ied dilakukan di mesjid besar dekat kelurahan. Tidak ada yang istimewa dengan pelaksanaan Ied di mesjid besar. Setelah sholat Ied usai, kami warga perumahan berkumpul kembali di musholla. Acara utamanya adalah saling bermaaf-maafan antar warga. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi saling mengunjungi karena semua sudah bertemu di musholla. &lt;br /&gt;Di perumahan kami sekitar 25% adalah warga non-muslim. Pada saat kami bermaaf-maafan di musholla, warga nasrani juga bergegas ke musholla membentuk semacam barisan panjang di halaman musholla. Jadi begitu warga muslim selesai bersalam-salaman, di luar musholla warga nasrani juga menyambut dengan acara saling bermaaf-maafan.&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, antrian di luar musholla semakin panjang, bahkan sampai luber ke jalan utama. Ini dimungkinkan karena jumlah muslimin terus bertambah, jumlah nasrani juga tidak berkurang. Tradisi itu masih dilakukan sampai sekarang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 2006 di Fakfak - Papua.&lt;/b&gt; Karena kesulitan mendapatkan tiket pesawat, saya terpaksa berlebaran di Tanah Papua. Bersama tiga rekan kerja senasib dari Jakarta, kami menginap di Hotel Fakfak yang memiliki pemandangan ke laut lepas. Sebagai kota yang baru berkembang, Fakfak membangun Mesjid Raya di atas perbukitan yang juga menghadap ke laut lepas. Bersama warga muslim lainnya yang kebanyakan berasal dari Jawa dan Sulawesi, kami melaksanakan sholat Ied berlatar belakang lautan biru membentang dan diiringi semilir angin laut.&lt;br /&gt;Seusai sholat Ied, pemilik hotel yang ternyata perantau dari Ujungpandang, mengundang kami untuk makan bersama di ruang tamu. Di situlah pertama kalinya saya merasakan nikmatnya Coto Makassar, Sop Konro, dan Es Pallu Butung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun 2008 saya memutuskan berlebaran di  Pangkalan Bun&lt;/b&gt;. Bukan karena tidak kebagian tiket, tapi karena ingin menikmati suasana Idul Fitri di Kalimantan Tengah. Ritual sholat Ied idak banyak berbeda dengan di daerah lain. Yang menarik adalah: pada hari kedua lebaran, pemakaman umum berubah laksana pasar. Rupanya di sana, hari kedua lebaran adalah hari untuk mendoakan arwah keluarga yang sudah mendahului kembali ke alam baka. Yang datang ke pemakaman bukan hanya pelayat beserta keluarganya, tetapi juga pedagang kagetan yang menggelar berbagai macam barang di sepanjang jalan. Mulai dari penjual bunga rampai, bakso, mie ayam, mainan anak-anak, air mineral dan rokok, sampai penjual asesoris berkumpul di sana.&lt;br /&gt;Selepas tengah hari, suasana kota tampak kosong dan sepi. Sebagian besar warga rame-rame berkunjung ke Pantai Kubu, salah satu tempat wisata populer di Pangkalan Bun.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8330319907999172611?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8330319907999172611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/10/berlebaran-di-berbagai-pelosok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8330319907999172611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8330319907999172611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/10/berlebaran-di-berbagai-pelosok.html' title='Berlebaran di berbagai Pelosok Nusantara'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-5041941619053815226</id><published>2011-08-06T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-11-30T06:59:53.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pohon madu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kempas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manggeris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beruang madu'/><title type='text'>Pohon Madu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GxJR5GaksoE/Tj4AdqL4Q6I/AAAAAAAAAn8/HZcUd0266NU/s1600/PohonMadu.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-GxJR5GaksoE/Tj4AdqL4Q6I/AAAAAAAAAn8/HZcUd0266NU/s320/PohonMadu.JPG" width="284" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar yang namanya Pohon Madu?&lt;br /&gt;Sebetulnya pohon bernama ‘madu’ tidak ada. Sebutan itu berlaku untuk jenis-jenis pohon yang biasanya menjadi tempat lebah membuat sarang dan menyimpan madunya. Pohonnya sendiri dikenal sebagai &lt;b&gt;Manggeris&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Kompassia excelsa&lt;/i&gt;) yang masih satu kerabat dengan pohon &lt;b&gt;Kempas&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Kompassia malaccensis&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manggeris dikenali dari bentuk batangnya yang tinggi menjulang, berwarna keputih-putihan dengan tinggi cabang pertama bisa mencapai 30 meter. Kulitnya yang licin dan mulus agaknya menjadi pertimbangan bagi para lebah. Mereka secara naluri melihat pohon itu tidak mudah dipanjat sehingga aman bagi tempat membentuk koloni dan menghasilkan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_f2c4bZXJqQ/TtZC4ju9aZI/AAAAAAAAA40/wyr22fhDEJ4/s1600/PohonMadu2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-_f2c4bZXJqQ/TtZC4ju9aZI/AAAAAAAAA40/wyr22fhDEJ4/s320/PohonMadu2.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Satu-satunya satwa yang dihubungkan dengan mereka hanyalah &lt;b&gt;Beruang Madu &lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Helarctos malayanus&lt;/i&gt;). Hewan berperawakan kekar dengan cakar-cakar kokoh dan panjang diketahui sebagai satu-satunya satwa yang sanggup memanjat ke atas untuk mengambil madu. Sebagai pencegahan, seringkali terlihat ada masyarakat yang memagari batang bawah pohon manggeris dengan pelat seng untuk menggagalkan upaya beruang memanjat ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beruang punya cakar, maka manusia punya akal.&lt;br /&gt;Untuk bisa mengambil madu yang terletak di ketinggian, mereka memasang takik-takik di sepanjang batang pohon manggeris yang licin itu. Takik-takik dibuat dari potongan kayu ulin, dibentuk menyerupai pasak, dan disusun ke atas membentuk anak tangga. Dengan cara begitu, madu dapat diambil untuk dipakai sendiri atau dijual. Takik-takik itu sendiri seringkali dibiarkan bertahun-tahun sehingga akhirnya menyatu dengan batang pohon Manggeris. Dari kejauhan nampak seperti rangkaian duri yang memanjang ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WcHaRT9VsiY/Tj4AdxWEE1I/AAAAAAAAAoM/GQhHaSDcOIQ/s1600/Takik.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-WcHaRT9VsiY/Tj4AdxWEE1I/AAAAAAAAAoM/GQhHaSDcOIQ/s320/Takik.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;Padahal sebetulnya, bukankah beruang itu juga bisa menggunakan takik-takik yang ada untuk memanjat ke atas?&lt;br /&gt;Barangkali itulah bedanya manusia dengan hewan. Hewan bekerja berdasarkan naluri, sementara manusia bekerja berdasarkan kebutuhan ekonomi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-5041941619053815226?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/5041941619053815226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/08/pohon-madu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/5041941619053815226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/5041941619053815226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/08/pohon-madu.html' title='Pohon Madu'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GxJR5GaksoE/Tj4AdqL4Q6I/AAAAAAAAAn8/HZcUd0266NU/s72-c/PohonMadu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-1488317021051604529</id><published>2011-07-10T08:24:00.000-07:00</published><updated>2011-11-30T07:10:55.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukabumi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangkalan bun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istana kuning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kotawaringin'/><title type='text'>Antara Kotawaringin dan Sukabumi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-A4QWBp2M-VQ/ThnA-CvPQUI/AAAAAAAAAmU/0-jogFeIbsk/s1600/Beranda2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-A4QWBp2M-VQ/ThnA-CvPQUI/AAAAAAAAAmU/0-jogFeIbsk/s320/Beranda2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita lebih mengenal Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur sebagai satu-satunya kerajaan di luar Pulau Jawa. Tapi jangan salah, masih ada Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan yang pernah memegang kendali perdagangan di pesisir Pulau Borneo tersebut. Dan lebih jangan salah lagi kalau ternyata pengaruhnya juga sampai ke Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pangkalan Bun, salah satu situs peninggalan sejarah masa lampau dapat dilihat di Istana Kutawaringin yang berada persis di tengah kota. Sejarah berdirinya tidak terlepas dari peran Pangeran Adipati Antakesuma, putra Raja Banjar Sultan Mustainnubillah (1595-1642) yang melakukan serangkaian perjalanan ke arah barat menyusuri pantai selatan Pulau Kalimantan melewati tempat-tempat yang sekarang dikenal dengan Sampit, Kuala Pembuang, Seruyan, Rantau Pulut, Arut, dan Lamandau. Pada saat menyusuri Sungai Lamandau itulah rombongan Pangeran Adipati Antakesuma berhenti di suatu tempat yang kini dikenal sebagai Kotawaringin Lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan sejarah di Astana Alnursari menyebutkan bahwa Kerajaan Kotawaringin Lama dibangun pada tahun 1615. Pangeran Adipati Antakesuma memerintah sebagai Sultan Kotawaringin ke I dengan gelar Ratu Bagawan Kotawaringin dari tahun 1615 – 1630.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jpBLW7qn4n0/ThnA-mKG0oI/AAAAAAAAAmk/jwWLtwHV4DY/s1600/LapanganTugu.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-jpBLW7qn4n0/ThnA-mKG0oI/AAAAAAAAAmk/jwWLtwHV4DY/s320/LapanganTugu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Kotawaringin mengalami jaman keemasan pada masa pemerintahan Sultan ke VII Ratu Begawan (1727 – 1761). Kemakmuran kerajaan itu ditandai dengan dipakainya warna kuning sebagai lambang kejayaan sehingga istana Kotawaringin populer dengan sebutan Istana Kuning. Banyak pendatang dari berbagai daerah berdatangan mencari peruntungan di sekitar Kotawaringin. Kapal-kapal saudagar datang dan pergi membawa berbagai bahan dagangan dari Banjar, Bugis, dan Pulau Jawa. Tahun 1811, 1811 pada masa pemerintahan Sultan ke IX Pangeran Imannudin (1811-1841), pusat pemerintahan Kerajaan Kotawaringin Lama dipindah ke Pangkalan Bu’un yang berada di tepian Sungai Arut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal asal muasal sebutan Pangkalan Bun sendiri, berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, diambil dari nama seorang pengusaha bernama Bu’un yang saat itu menjadi pedagang sukses di tepian Sungai Arut. Saudagar Bu’un sendiri ada yang mengatakan berasal dari Sunda, ada juga yang menyebut dari etnis Tionghoa. Tepian tempat Saudagar Bu’un berdagang itulah yang akhirnya dikenal sebagai Pangkalan Bun, sementara anak sungai kecil yang mengalir ke muara tersebut dinamakan Sungai Bu’un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan istana yang ada saat ini adalah hasil pembangunan ulang. Bangunan aslinya terbakar pada Tahun 1986. Saat ini kompleks Istana Kuning terbagi menjadi dua bagian. Yaitu bangunan istana di bagian atas, dan lapangan di bagian bawah. Bagian bawah dikenal masyarakat sebagai Lapangan Tugu yang ditandai dengan kolam dan sebentuk tugu menjulang ke atas. Di depan kompleks istana yang terdiri dari tiga bangunan utama, terdapat prasasti yang menandai dipindahnya pusat pemerintahan dari Kotawaringin Lama ke Pangkalan Bun. Sangat menarik saat mengetahui bahwa dulu Pangkalan Bun dikenal dengan sebutan Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-42k4O_pwW2Y/TdqDo2V_IWI/AAAAAAAAAhU/-eRY9dtK6eI/s128/IstanaKuning3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-42k4O_pwW2Y/TdqDo2V_IWI/AAAAAAAAAhU/-eRY9dtK6eI/s320/IstanaKuning3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya dengan Sukabumi yang berada di Jawa Barat?&lt;br /&gt;Tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan hal ini. Tapi beberapa cerita memang menyebutkan bahwa pada masa itu banyak orang-orang dari etnis Sunda yang mencari peruntungan di Kutawaringin. Bahkan Bu’un sendiri disebut-sebut sebagai saudagar etnis Tionghoa yang datang dari Sukabumi. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bR-r6LMjkrQ/Tj2tjOx6W5I/AAAAAAAAAnk/SDfjjoPR_XU/s1600/Prasasti.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8bL5ykhaWLg/Tj2tjXxc4wI/AAAAAAAAAns/2i866sERF2c/s1600/panorama.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="http://1.bp.blogspot.com/-8bL5ykhaWLg/Tj2tjXxc4wI/AAAAAAAAAns/2i866sERF2c/s540/panorama.JPG" width="540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-1488317021051604529?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/1488317021051604529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/07/antara-kotawaringin-dan-sukabumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1488317021051604529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1488317021051604529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/07/antara-kotawaringin-dan-sukabumi.html' title='Antara Kotawaringin dan Sukabumi'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-A4QWBp2M-VQ/ThnA-CvPQUI/AAAAAAAAAmU/0-jogFeIbsk/s72-c/Beranda2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-2429072610249149969</id><published>2011-06-20T09:36:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T19:33:14.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam bebas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='supir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mogok'/><title type='text'>Supir-Supir Perkasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rldP9EMG28I/Tf9zYaxQwgI/AAAAAAAAAlc/VSgeLLyK9DA/s1600/SupirPerkasa1.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-rldP9EMG28I/Tf9zYaxQwgI/AAAAAAAAAlc/VSgeLLyK9DA/s320/SupirPerkasa1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya ditanya, profesi apa yang membuat kagum di tengah belantara, maka serta merta saya akan menjawab: supir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mpWlhJQDkhQ/Tf9zZs5x3vI/AAAAAAAAAls/TGGW4ASLcEA/s1600/SupirPerkasa3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-mpWlhJQDkhQ/Tf9zZs5x3vI/AAAAAAAAAls/TGGW4ASLcEA/s320/SupirPerkasa3.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kondisi seperti ini. Seorang supir – di sana biasa disebut driver untuk supir kendaraan kecil, atau oparator untuk supir alat berat – harus menempuh perjalanan dua sampai tiga jam melintasi kawasan berhutan dengan pemandangan nyaris seragam di sepanjang kanan kiri jalan. Hanya ada pohon, pohon, dan pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-B5FTqpvoqAA/Tf9zY0cigeI/AAAAAAAAAlk/NExeEvvEsUI/s1600/SupirPerkasa2.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-B5FTqpvoqAA/Tf9zY0cigeI/AAAAAAAAAlk/NExeEvvEsUI/s320/SupirPerkasa2.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mpWlhJQDkhQ/Tf9zZs5x3vI/AAAAAAAAAls/TGGW4ASLcEA/s1600/SupirPerkasa3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi suatu keadaan darurat, misalnya ban kempis, mungkin masih bisa pakai ban cadangan. Kalau ban cadangan sudah terpakai dan masih terjadi kempis ban yang lain? Atau kalau kendaraan terjebak dalam kubangan lumpur? Atau mendadak mogok tanpa sebab? Atau mesin tiba-tiba mengepulkan asap? Atau tersangkut di tengah jembatan kayu? Atau tiba-tiba saja tertimpa pohon tumbang?&lt;br /&gt;Kepada siapa akan meminta tolong?&lt;br /&gt;Tidak ada sinyal, tidak ada yang bisa ditelepon. Tidak ada mobil derek, tidak ada mobil polisi yang lewat. Tidak ada bengkel, tidak ada GardaOto, tidak ada Rent-A-Car. Masih untung kalau di dekat-dekat situ ada camp penebang atau regu survey, bisa dimintai tolong untuk sekedar membantu menarik kendaraan. Kalau tidak ada siapa-siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mGDQFZDCYpI/Tf9zcXTUHaI/AAAAAAAAAl8/J4G29wKGNik/s1600/Supirperkasa5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-mGDQFZDCYpI/Tf9zcXTUHaI/AAAAAAAAAl8/J4G29wKGNik/s320/Supirperkasa5.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1DxfMJ4nUEI/Tf91GWSEvnI/AAAAAAAAAmE/IZcsr5hL4Jw/s1600/SupirPerkasa6.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--747X9ED1FY/Tf91GUvLH7I/AAAAAAAAAmM/F6pv4nJtyEE/s1600/SupirPerkasa7.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka hanya usaha terus menerus dan tak kenal lelah yang bisa dilakukan sang supir. Dengan berbagai cara harus bisa keluar dari kubangan atau menstarter kendaraannya kembali. Usaha itu biasanya berhasil, terutama bagi supir senior yang sudah terbiasa menghadapi keadaan. Tapi terkadang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1DxfMJ4nUEI/Tf91GWSEvnI/AAAAAAAAAmE/IZcsr5hL4Jw/s1600/SupirPerkasa6.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-1DxfMJ4nUEI/Tf91GWSEvnI/AAAAAAAAAmE/IZcsr5hL4Jw/s320/SupirPerkasa6.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, menunggu adalah satu-satunya pilihan. Biasanya akan ada unit lain yang menyusuri jalan angkutan kalau ada kendaraan yang tidak sampai ke tujuan atau dilaporkan tidak kembali ke pangkalan. Selama menunggu, supir yang kendaraannya terjebak masalah, bisa mengisi waktu dengan tidur atau memandangi langit luas di atasnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-2429072610249149969?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/2429072610249149969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/06/supir-supir-perkasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2429072610249149969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2429072610249149969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/06/supir-supir-perkasa.html' title='Supir-Supir Perkasa'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rldP9EMG28I/Tf9zYaxQwgI/AAAAAAAAAlc/VSgeLLyK9DA/s72-c/SupirPerkasa1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-6464626472383330389</id><published>2011-05-26T07:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T19:36:25.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='talas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sente'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelombang cinta'/><title type='text'>Gelombang (Tanpa) Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rttMyR86ubY/Td5kR_KJuRI/AAAAAAAAAk4/wJmuHXVJQ-o/s1600/P8100549.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://1.bp.blogspot.com/-rttMyR86ubY/Td5kR_KJuRI/AAAAAAAAAk4/wJmuHXVJQ-o/s320/P8100549.JPG" width="240px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jalan-jalan di hutan kadang memang mengejutkan. Suka ketemu hal-hal yang tidak terduga. Seperti misalnya mendengar suara-suara satwa yang aneh-aneh, menemukan kondisi alam yang jarang diberitakan, atau melihat tumbuh-tumbuhan berbagai bentuk dan berbagai ukuran. Hutan alam menyimpan bukan hanya pohon-pohon berukuran besar, tapi juga tumbuhan non kayu yang daunnya lebar-lebar. Seperti yang fotonya terlihat berikut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah tumbuhan inilah yang dinamakan &lt;b&gt;sente&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Alocasia macrorrhiza&lt;/i&gt;) sejenis talas raksasa. Jadi masih ada hubungan kekerabatan dengan talas bogor (&lt;i&gt;Colocasia esculenta&lt;/i&gt;). Di daerah Parung, daun talas sente populer sebagai pakan gurami. Caranya dengan dilemparkan utuh-utuh ke tengah kolam begitu saja, dan si gurami akan menggerogotinya sampai tinggal tulang daunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2oSyNUayYGM/Td5kRgSpqII/AAAAAAAAAko/92LLZ2Kgukc/s1600/Gelombang%28Tanpa%29Cinta.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://4.bp.blogspot.com/-2oSyNUayYGM/Td5kRgSpqII/AAAAAAAAAko/92LLZ2Kgukc/s320/Gelombang%2528Tanpa%2529Cinta.JPG" width="240px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang yang ikut saya berkomentar, bahwa pohon talas sente itu juga bisa jadi tren tanaman hias baru kalau dipublikasikan secara benar. “Liat saja daunnya, mirip gelombang cinta kan? Kalau gelombang cinta bisa berharga jutaan, kenapa sente tidak?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul juga ya?” kami mengangguk-angguk membenarkan. Dan akhirnya sepakat mengambil beberapa anakannya untuk dibudidayakan di persemaian. Karena nama &lt;b&gt;sente&lt;/b&gt; terdengar kurang gaul, maka kami memberikan julukan bagi tanaman itu dengan nama : &lt;b&gt;Gelombang (Tanpa) Cinta&lt;/b&gt; ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-6464626472383330389?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/6464626472383330389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/05/gelombang-tanpa-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6464626472383330389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6464626472383330389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/05/gelombang-tanpa-cinta.html' title='Gelombang (Tanpa) Cinta'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rttMyR86ubY/Td5kR_KJuRI/AAAAAAAAAk4/wJmuHXVJQ-o/s72-c/P8100549.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4976620868073031364</id><published>2011-04-30T10:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T02:44:47.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bugar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='base camp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='volley'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olahraga'/><title type='text'>Tetap Bugar di Tengah Rimba</title><content type='html'>Bagi sebagian besar orang, kehidupan di tengah hutan seringkali dibayangkan serba menyeramkan. Komentar pertama yang sering saya dengar saat seseorang tahu bahwa saya bekerja di tengah hutan adalah, “Ih, serem ya Mas? Banyak ularnya ya Mas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar itu tidak sepenuhnya salah, meski juga tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;Kehidupan di tengah belantara, meski terpencil dari mana-mana, tetap saja memiliki fasilitas yang memadai. Tidak ada bedanya dengan sebuah komplek perusahaan. Ada kantor, ada bengkel, ada perumahan karyawan, ada sarana ibadah, bahkan juga sarana berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya sarana rekreasi menjadikan olahraga menjadi salah satu alternatif untuk relaksasi. Hampir di setiap base camp selalu memiliki lapangan luas di tengah-tengahnya. Di lapangan itulah para karyawan – dan terutama para istri karyawan, ini uniknya – mengisi saat-saat senggang dengan berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2Rz8IUz6DZY/TcPCjhTby7I/AAAAAAAAAd8/iiy079R12Yk/s1600/KdK_volleyball.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-2Rz8IUz6DZY/TcPCjhTby7I/AAAAAAAAAd8/iiy079R12Yk/s320/KdK_volleyball.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8bvTFV9sjjo/TbxB7JnMvAI/AAAAAAAAAS8/VjvEVQuwwQ0/s1600/KdK_volleyteam.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iBZUM3Tdl_4/TbxB7e8on9I/AAAAAAAAATE/uO5wfoLq4H8/s1600/KdK_topplayer.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meski lapangannya bisa untuk sepakbola, tapi olahraga yang paling populer justru volley ball. Alasannya karena lapangan volley tidak terlalu luas, murah meriah, dan jumlah pemain yang enam orang tidak sulit dikumpulkan. Cukup dengan satu bola dan sepatu apa adanya, mereka dapat berolahraga sambil bergembira sambil mengusir kepenatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8bvTFV9sjjo/TbxB7JnMvAI/AAAAAAAAAS8/VjvEVQuwwQ0/s1600/KdK_volleyteam.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-8bvTFV9sjjo/TbxB7JnMvAI/AAAAAAAAAS8/VjvEVQuwwQ0/s320/KdK_volleyteam.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu istri karyawan biasanya mulai berkumpul pukul empat sore. Pukul setengah lima biasanya suara riuh dan tepukan mulai menggema. Lewat pukul lima sore – yang merupakan akhir jam kerja – suasana di lapangan volley tambah rame. Karyawati putri ikut bergabung. Disusul karyawan pria membentuk sesi pertandingan tersendiri di lapangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iBZUM3Tdl_4/TbxB7e8on9I/AAAAAAAAATE/uO5wfoLq4H8/s1600/KdK_topplayer.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-iBZUM3Tdl_4/TbxB7e8on9I/AAAAAAAAATE/uO5wfoLq4H8/s320/KdK_topplayer.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada aturan yang membatasi regu pemain. Siapa pun boleh bergabung selama masih ada tempat. Bahkan bagi yang tidak hobi bermain volli pun, datang ke lapangan merupakan hiburan tersendiri. Setidaknya bisa memanjakan mata dan sama-sama mendapatkan manfaat dari olahraga. Sehat jasmani, sehat rohani....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4976620868073031364?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4976620868073031364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/04/tetap-bugar-di-tengah-rimba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4976620868073031364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4976620868073031364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/04/tetap-bugar-di-tengah-rimba.html' title='Tetap Bugar di Tengah Rimba'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2Rz8IUz6DZY/TcPCjhTby7I/AAAAAAAAAd8/iiy079R12Yk/s72-c/KdK_volleyball.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-6625826993801085845</id><published>2011-04-05T10:10:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T02:49:45.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='base camp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='camp tarik'/><title type='text'>Camp Tarik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fKrrvpTi0Pg/TZtF7XSFzRI/AAAAAAAAAPY/Xfq14rzRfQA/s1600/CampTarik.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-fKrrvpTi0Pg/TZtF7XSFzRI/AAAAAAAAAPY/Xfq14rzRfQA/s320/CampTarik.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar istilah camp tarik?&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Camp tarik adalah sebutan buat rumah-rumah pekerja yang berada di tengah hutan. Setiap satu camp tarik biasanya dihuni satu orang operator buldoser, dua operator chainsaw, satu tukang kupas, satu juru ukur, satu surveyor, dan kadang ada juga tukang masaknya. &lt;br /&gt;Masing-masing punya tugas dan tanggungjawab sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan pekerjaannya begini. Operator chainsaw menebang pohon sesuai kriteria yang diijinkan. Setelah pohon tumbang, operator buldoser menariknya ke tempat pengumpulan. (Kalau di HPH istilahnya TPN alias tempat pengumpulan). Juru ukur mengukur dimensi batang yang sudah dipotong-potong, berapa diameternya, berapa panjangnya, berapa kubikasinya, dan mencatatnya dalam buku ukur sebagai bahan laporan. &lt;br /&gt;Kalau tukang kupas, tugasnya mengupas kulit kayu agar tidak diserang hama serangga bubuk. Jadi tugasnya menjaga kualitas kayu tetap baik. Sementara surveyor bertugas mengawasi dan menunjukkan lokasi lebang yang diijinkan. Soalnya kalau tidak diawasi, penebangan suka melebar ke arah yang salah. Lokasi tebang sudah ada ijinnya masing-masing dan diperbarui setiap tahun dalam bentuk RKT (Rencana Kerja Tahunan). Sebetulnya batas lokasi tebang sudah ditandai dengan rintisan jalur dan cat merah. Tapi tahu sendirilah, operator chainsaw ngeliatnya ke atas terus. Jadi batasnya suka terlewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Tf8hKFYlSgw/TcPEI_GDKVI/AAAAAAAAAeE/u9jG3-ub32g/s1600/CampTarik.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tf8hKFYlSgw/TcPEI_GDKVI/AAAAAAAAAeE/u9jG3-ub32g/s320/CampTarik.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GX9tyEwHPh4/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/UKXNwfoWNcQ/s1600/camptarik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;Disebut camp tarik karena bangunannya memang bisa ditarik-tarik. Artinya bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan mengikuti lokasi tebangnya. Bentuknya berupa rumah papan yang dibangun di atas dua bantalan kayu bulat. Kalau lokasi penebangan berpindah, bantalan tinggal diikat dengan sling (kawat baja) dan ditarik oleh buldoser. Mirip seperti karavan tapi lebih primitif karena tidak pakai roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nv1S_NNjNng/TZtKMgspLCI/AAAAAAAAAPc/AGfmO3ZOEfM/s1600/camp-tarik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GX9tyEwHPh4/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/UKXNwfoWNcQ/s1600/camptarik.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://2.bp.blogspot.com/-GX9tyEwHPh4/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/UKXNwfoWNcQ/s320/camptarik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Belakangan proses menarik ini dianggap kurang praktis karena selain merusak jalan, juga merusak bangunan itu sendiri. Bayangkan camp tarik yang beberapa kali berpindah tempat, saat ditarik siku-siku bangunannya banyak yang bergeser. Perlahan tapi pasti, guncangan sepanjang perjalanan bisa menghancurkan rumah itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang rumahnya tidak ditarik tapi dimuatkan di atas logging truck alias truk pengangkut kayu. Dengan cara begitu rumah jadi lebih awet, jalan jadi lebih terawat, dan penghuninya bisa tetap berada di tempat karena guncangan tidak terlalu keras. Tapi meski proses perpindahannya tidak lagi ditarik, rumah-rumah semacam itu tetap saja populer sebagai camp tarik....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-6625826993801085845?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/6625826993801085845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/04/camp-tarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6625826993801085845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6625826993801085845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/04/camp-tarik.html' title='Camp Tarik'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fKrrvpTi0Pg/TZtF7XSFzRI/AAAAAAAAAPY/Xfq14rzRfQA/s72-c/CampTarik.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4062481875929572878</id><published>2011-03-10T08:07:00.000-08:00</published><updated>2011-10-24T06:09:49.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='licin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='becek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terpuruk'/><title type='text'>Saat Musim Hujan Tiba....</title><content type='html'>&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wZlpjYkUxUs/TXjzyAMAtQI/AAAAAAAAAPM/Qa_h24dEifk/s1600/terpuruk.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-6_mlYmFIGuw/TXjzkDsF_OI/AAAAAAAAAPI/f45bToQHrCw/s1600/hujanlebat.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="https://lh6.googleusercontent.com/-6_mlYmFIGuw/TXjzkDsF_OI/AAAAAAAAAPI/f45bToQHrCw/s400/hujanlebat.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa yang paling dirisaukan pekerja di hutan? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Musim hujan! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Karena pada musim hujan, tidak ada yang bisa dikerjakan. Cuaca buruk dan kondisi jalan yang licin menjadi kendala. Operasi penebangan tidak aman dilaksanakan karena angin kencang bisa merubah arah jatuhnya pohon. Operasi pengangkutan juga tidak mungkin dilakukan karena jalan menjadi licin dan penuh resiko.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Mulai dari resiko terpuruk,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-GEKPGUyi9KY/TXjz23BJwbI/AAAAAAAAAPQ/4oUctY3Jfxk/s1600/jalanrusak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh5.googleusercontent.com/-GEKPGUyi9KY/TXjz23BJwbI/AAAAAAAAAPQ/4oUctY3Jfxk/s400/jalanrusak.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-6_mlYmFIGuw/TXjzkDsF_OI/AAAAAAAAAPI/f45bToQHrCw/s1600/hujanlebat.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wZlpjYkUxUs/TXjzyAMAtQI/AAAAAAAAAPM/Qa_h24dEifk/s1600/terpuruk.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Atau hujan berhari-hari yang bisa membuat mobil terbenam lumpur,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wZlpjYkUxUs/TXjzyAMAtQI/AAAAAAAAAPM/Qa_h24dEifk/s1600/terpuruk.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh5.googleusercontent.com/-wZlpjYkUxUs/TXjzyAMAtQI/AAAAAAAAAPM/Qa_h24dEifk/s400/terpuruk.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-wZlpjYkUxUs/TXjzyAMAtQI/AAAAAAAAAPM/Qa_h24dEifk/s1600/terpuruk.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="postbody"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-MQsErKHg_lE/TXj0I2H8I0I/AAAAAAAAAPU/xs6V8fReUrw/s1600/P2180053.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="postbody" style="color: black;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Atau cuaca ekstrem yang bisa membuat kendaraan meluncur ke jurang….&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l09uDIZlPt8/TcPF8Vhc6rI/AAAAAAAAAeI/F4QcieZ8R5Q/s1600/P2180042.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-l09uDIZlPt8/TcPF8Vhc6rI/AAAAAAAAAeI/F4QcieZ8R5Q/s400/P2180042.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-MQsErKHg_lE/TXj0I2H8I0I/AAAAAAAAAPU/xs6V8fReUrw/s1600/P2180053.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Jadi, apa yang paling disukai pekerja di hutan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Musim hujan juga!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Karena musim hujan identik dengan libur panjang. Identik dengan istirahat sampai cuaca menjadi kondusif. Identik dengan minum kopi dan main catur, sampai cuaca cerah kembali…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4062481875929572878?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4062481875929572878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/03/saat-musim-hujan-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4062481875929572878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4062481875929572878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2011/03/saat-musim-hujan-tiba.html' title='Saat Musim Hujan Tiba....'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-6_mlYmFIGuw/TXjzkDsF_OI/AAAAAAAAAPI/f45bToQHrCw/s72-c/hujanlebat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8476885126286579601</id><published>2010-12-07T07:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T07:24:45.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalulintas air'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan'/><title type='text'>Lalu Lintas Sungai</title><content type='html'>&amp;nbsp;Di hampir sebagian besar tempat di Kalimantan, sarana trasportasi air masih menjadi pilihan utama. Penggunaan speedboat dan &lt;i&gt;kelotok&lt;/i&gt;  merupakan pemandangan sehari-hari. Meski banyak ruas jalan aspal telah  dibangun, sebagian besar masyarakat yang mendiami kampung-kampung di  sepanjang pesisir sungai, masih mengandalkan sarana transportasi air  untuk berbagai keperluan mereka.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NSE93AlI/AAAAAAAAAOw/n1EhyAXmsd0/s1600/lalin1.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NqRqrpHI/AAAAAAAAAO4/6Qscj2jto-Y/s1600/lalin2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NqRqrpHI/AAAAAAAAAO4/6Qscj2jto-Y/s320/lalin2.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NoImygNI/AAAAAAAAAO0/wMcKUt5GZf0/s1600/lalin5.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="246" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NoImygNI/AAAAAAAAAO0/wMcKUt5GZf0/s320/lalin5.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_167863636"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_167863637"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_1483721931"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1483721932"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya jalan raya, &lt;i&gt;river highway&lt;/i&gt; pun punya rambu-rambu lalulintas yang harus dipatuhi segenap pemakai aliran air. Tanda lalulintas yang paling sering terlihat adalah tanda adanya persimpangan, baik yang tegak lurus maupun bercabang. Ini menjadi petunjuk para driver speedboat ataupun kelotok untuk berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya perahu dari arah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NSE93AlI/AAAAAAAAAOw/n1EhyAXmsd0/s1600/lalin1.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NSE93AlI/AAAAAAAAAOw/n1EhyAXmsd0/s320/lalin1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanda yang khas dan mungkin tidak dijumpai di jalan raya adalah tanda gelombang yang berarti perahu harus mengurangi kecepatan atau kalau perlu berhenti agar gelombang yang ditimbulkan tidak mengganggu pengguna air lainnya. Tanda ini biasa dipasang menjelang pemukinan tepi sungai atau pada kawasan yang lalulintas airnya padat. Perahu dengan kecepatan tinggi (misalnya speedboat) umumnya menimbulkan riak gelombang yang cukup besar. Gelombang ini bisa merusak tiang-tiang rumah yang dilewati. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa menenggelamkan sampan atau perahu kayuh yang ukurannya relatif lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak pernah terlihat di sungai apa ya?&lt;br /&gt;Polisi tidur, barangkali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NvbhvBZI/AAAAAAAAAO8/6U9N2VFSsJ0/s1600/lalin4.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8476885126286579601?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8476885126286579601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/12/lalu-lintas-sungai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8476885126286579601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8476885126286579601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/12/lalu-lintas-sungai.html' title='Lalu Lintas Sungai'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TP5NqRqrpHI/AAAAAAAAAO4/6Qscj2jto-Y/s72-c/lalin2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-7107083558491065557</id><published>2010-11-19T07:51:00.000-08:00</published><updated>2011-05-06T02:51:28.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelotok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orangutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanjung puting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pongo'/><title type='text'>Orangutan, The Real Actor Of Tanjung Puting</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRZ4hn8GI/AAAAAAAAAOY/iGD4FSHBqvk/s1600/pongo6.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EMCTrCIAipE/TOaRngiFpuI/AAAAAAAAAOs/A5v5UI5cUos/s1600/pongo5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://1.bp.blogspot.com/-EMCTrCIAipE/TOaRngiFpuI/AAAAAAAAAOs/A5v5UI5cUos/s320/pongo5.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRngiFpuI/AAAAAAAAAOs/wri66JEM9xg/s1600/pongo5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Puting"&gt;Taman Nasional Tanjung Puting&lt;/a&gt; tidak pernah sepi pengunjung. Meskipun harus berlama-lama di atas perahu kelotok, toh pengunjung – terutama turis asing – datang silih berganti. Apa yang mereka cari? Apa yang ingin mereka lihat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangutan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRhmhIsLI/AAAAAAAAAOk/Jla4pEbMOQw/s1600/pongo3.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRhmhIsLI/AAAAAAAAAOk/Jla4pEbMOQw/s200/pongo3.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Primata dengan nama ilmiah &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bornean_Orangutan"&gt;Pongo pygmaeus&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; ini, memang merupakan primadona di sana. Kera besar yang juga disebut mawas ini ditemukan di hutan hujan tropika di malaysia dan Indonesia (khususnya di Kalimantan dan Sumatera). Hasil penelitian menyebutkan bahwa orangutan memiliki hubungan kekerabatan yang termasuk dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dimana orangutan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96,4%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRjmxhmTI/AAAAAAAAAOo/bgOMx2GJIl8/s1600/pongo4.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRjmxhmTI/AAAAAAAAAOo/bgOMx2GJIl8/s200/pongo4.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangkali inilah yang menjelaskan mengapa tingkah laku orangutan banyak kemiripannya dengan manusia. Dan dengan asumsi yang sama pula bisa dijelaskan kenapa kita begitu menyukai mahluk yang satu ini. Jadi tidaklah mengherankan jika orang rela datang jauh-jauh ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanjung_Puting"&gt;Tanjung Puting&lt;/a&gt; untuk sekedar melihat dari dekat – bahkan kalau bisa foto bersama – dengan mahluk berlengan panjang dan berbulu kemerah-merahan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRewhXvZI/AAAAAAAAAOg/kihp_X27MGg/s1600/pongo2.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRewhXvZI/AAAAAAAAAOg/kihp_X27MGg/s200/pongo2.JPG" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRhmhIsLI/AAAAAAAAAOk/Jla4pEbMOQw/s1600/pongo3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada satu tip yang perlu diingat jika Anda berkunjung ke Tanjung Puting : jangan membawa makanan ke dalam kawasan orangutan. Mereka sangat sensitif dengan bau makanan, yang terbungkus plastik sekalipun. Bukan sekali dua kali terjadi ada orangutan yang tiba-tiba sudah berada di dalam kelotok (yang diparkir di pinggir sungai) karena mencium aroma masakan, atau merangkul kaki pengunjung karena membaui ada sesuatu yang bisa dimakan dari kantungnya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRZ4hn8GI/AAAAAAAAAOY/iGD4FSHBqvk/s1600/pongo6.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOaRZ4hn8GI/AAAAAAAAAOY/iGD4FSHBqvk/s200/pongo6.JPG" width="150" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu, tidak perlu cemas tidak perlu panik, berikan saja apa yang mereka mau. Jangan membuat gerakan yang mengejutkan karena mungkin justru akan membuat oangutan semakin beringas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? &lt;br /&gt;Anda juga tertarik untuk berfoto bersama mereka?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-7107083558491065557?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/7107083558491065557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/orangutan-real-actor-of-tanjung-puting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7107083558491065557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7107083558491065557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/orangutan-real-actor-of-tanjung-puting.html' title='Orangutan, The Real Actor Of Tanjung Puting'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EMCTrCIAipE/TOaRngiFpuI/AAAAAAAAAOs/A5v5UI5cUos/s72-c/pongo5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4075757978769382568</id><published>2010-11-19T05:57:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T07:55:48.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelotok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orangutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekonyer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanjung puting'/><title type='text'>Tanjung Puting, Primadona Kalimantan Tengah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-_OsgjXI/AAAAAAAAAOQ/WZxet0lwuYw/s1600/puting4.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ_BY_fjLI/AAAAAAAAAOU/e39HIyjC15k/s1600/puting5.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-986QwxI/AAAAAAAAAOM/g2QzBBW-eUY/s1600/puting3.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-986QwxI/AAAAAAAAAOM/g2QzBBW-eUY/s1600/puting3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tanjung_puting"&gt;Tanjung Puting&lt;/a&gt;, barangkali bukanlah nama yang terlalu asing, meski juga tidak terlalu akrab bagi mereka yang terbiasa tinggal di kota besar. Diresmikan sebagai Taman Nasional sejak 12 Mei 1984, kawasan seluas hampir 415.040 Ha itu dikenal sebagai pusat pelestarian Orangutan (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bornean_Orangutan"&gt;&lt;i&gt;Pongo pygmaeus&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;) yang masuk dalam katagori satwa langka di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-6GVUJyI/AAAAAAAAAOE/Zz9JjzdmE7A/s1600/puting1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-7radGeI/AAAAAAAAAOI/-J_hicRwP2M/s1600/puting2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-7radGeI/AAAAAAAAAOI/-J_hicRwP2M/s200/puting2.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adalah &lt;i&gt;Birute Galdikas&lt;/i&gt; – seorang peneliti dari Kanada – yang mempopulerkan kawasan Tanjung Puting sebagai pusat kehidupan primata orangutan pada tahun 1971. Kepopulerannya banyak menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung ke sana. Hampir bisa dikatakan bahwa sebagian besar pengunjung Tanjung Puting adalah turis-turis asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju taman nasional dimulai dari Pelabuhan Kumai – sekitar 14 km dari Pangkalan Bun. Dari situ kita bisa memilih apakah akan menggunakan speedboat atau perahu kelotok. Speedboat dapat memuat sampai lima penumpang dengan ongkos sewa selama satu hari sebesar 500 ribu dan lama perjalanan sekitar satu setengah jam. &lt;br /&gt;Tapi kalau pesertanya lumayan banyak (di atas 10 orang) lebih baik sewa perahu kelotok saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pake &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelotok"&gt;kelotok&lt;/a&gt; lebih enak,” kata petugas di kantor taman nasional. “Lebih santai, jadi bisa menikmati pemandangan di sepanjang kiri kanan jalan.” &lt;br /&gt;Memang betul, karena jika menggunakan kelotok waktu tempuhnya menjadi sekitar empat jam! Meskipun terasa lama dan membosankan, ternyata banyak turis asing yang lebih menyukai pilihan ini, karena mereka bisa menikmati suasana hutan di sepanjang Sungai Sekonyer yang berair kehitam-hitaman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ_BY_fjLI/AAAAAAAAAOU/e39HIyjC15k/s1600/puting5.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ_BY_fjLI/AAAAAAAAAOU/e39HIyjC15k/s200/puting5.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Pada pagi dan sore hari kita bisa melihat sekumpulan monyet dan kera di pepohonan kiri kanan sungai,” kata Syarifudin yang menjadi pemandu kami. “Kalau beruntung juga bisa ketemu buaya yang lagi berjemur di tepian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-6GVUJyI/AAAAAAAAAOE/Zz9JjzdmE7A/s1600/puting1.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-6GVUJyI/AAAAAAAAAOE/Zz9JjzdmE7A/s1600/puting1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Biaya sewa kelotok antara 800 ribu sampai satu juta – tergantung kesepakatan. Bisa memuat sampai 15 orang. Sekarang ini pengunjung bisa memlih sistim paket. Misalnya satu juta lima ratus untuk sewa kelotok plus jasa pemandu dan tiket masuk. Ditambah 25 ribu per orang untuk makan siang dan snack sore hari. Jadi pengunjung tinggal terima beres saja. Nyaman kan? &lt;br /&gt;Dan jangan kaget lho, meskipun kelotok, kamar kecilnya pakai kloset duduk! Maklum standar internasional.... &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ_BY_fjLI/AAAAAAAAAOU/e39HIyjC15k/s1600/puting5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-_OsgjXI/AAAAAAAAAOQ/WZxet0lwuYw/s1600/puting4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-_OsgjXI/AAAAAAAAAOQ/WZxet0lwuYw/s1600/puting4.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dimulai sekitar pukul enam pagi, menyusuri Sungai Kumai yang lebar dan berair kecoklatan. Satu jam kemudian memasuki muara Sungai Sekonyer airnya masih coklat karena pengaruh penambangan emas di atasnya. Satu setengah jam kemudian kita tiba di Pos Tanjung Harapan (sekitar 20 Km dari Kumai) tempat melaporkan diri. Sepuluh kilometer dari Pos Tanjung Harapan ada Camp Tangui tempat rehabilitasi orangutan remaja. Di sini kita bisa singgah untuk melihat acara pemberian makan yang dilakukan antara pukul 09.00 – 10.00 pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin ke atas sungainya semakin kecil, airnya semakin gelap yang merupakan ciri khas kawasan hutan gambut. Tumbuhan nipah, pandan, dan bakung mendominasi sepanjang aliran sungai. Sekitar dua jam kemudian sampailah kita di Camp Leakey yang menjadi pusat riset dan rahabilitasi orangutan dewasa. Di sana terdapat pusat informasi dan arena pemberian makan (feeding site). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-3tYKkPI/AAAAAAAAAOA/Am-mTpYB5qM/s1600/puting6.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-3tYKkPI/AAAAAAAAAOA/Am-mTpYB5qM/s200/puting6.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di sanalah – pada tengah hari antara pukul 14.00 – 14.30 – pengunjung duduk dan menyaksikan belasan orangutan turun dari pucuk-pucuk pepohonan untuk menyantap hidangan berupa buah-buahan dan susu yang memang disediakan untuk mereka. Kesempatan ini banyak dimanfaatkan untuk mengambil foto-foto orangutan dalam berbagai polah dan gayanya. Atau, hmmm, Anda tertarik untuk ikut makan bersama? Boleh saja, asal jangan menghabiskan jatah mereka....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4075757978769382568?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4075757978769382568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/tanjung-puting-primadona-kalimantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4075757978769382568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4075757978769382568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/tanjung-puting-primadona-kalimantan.html' title='Tanjung Puting, Primadona Kalimantan Tengah'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TOZ-986QwxI/AAAAAAAAAOM/g2QzBBW-eUY/s72-c/puting3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-7503616425501714148</id><published>2010-11-10T15:25:00.000-08:00</published><updated>2011-10-24T07:50:25.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunderan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pangkalan bun'/><title type='text'>Pangkalan Bun, Pangkalan Bunderan?</title><content type='html'>Ada yang pernah berkunjung ke Pangkalan Bun?&lt;br /&gt;Bukan mengada-ada, tapi hampir sebagian besar rekan kerja yang untuk pertama kalinya datang ke Pangkalan Bun selalu menanyakan kenapa begitu banyak terdapat bunderan di dalam kota. Hampir setiap perempatan besar selalu dihiasi dengan bunderan di tengah-tengahnya.&lt;br /&gt;“Pantesan namanya Pangkalan Bun,” komentar seorang di antaranya. “Habis di mana-mana ada bunderan sih....”&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak ada hubungannya, karena sebutan Bun berasal dari nama pengusaha yang pernah berjaya di tepian Sungai Arut pada masa abad ke-16. Tapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak bunderan di Pangkalan Bun – baik yang sudah populer maupun yang sedang dalam tahap pembangunan.&lt;br /&gt;Nah, ini beberapa di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ENUUWeb0jPQ/TqV1y2ksDUI/AAAAAAAAAuU/l4_nV3aiCIk/s1600/BundPas2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-ENUUWeb0jPQ/TqV1y2ksDUI/AAAAAAAAAuU/l4_nV3aiCIk/s400/BundPas2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunderan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan bunderan yang paling populer di Pangkalan Bun. Terletak di simpang lima Jalan Malijo – Jalan Pasir Panjang – Jalan HM. Rafii – Jalan Iskandar – Jalan Pemuda.  Dinamakan Bunderan Pancasila karena di tengahnya menjulang tugu dengan patung Garuda Pancasila di puncaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari, ke lima trotoar yang mengelilinginya ‘hidup’ dengan kehadiran sejumlah kafe tenda. Mulai dari hidangan utama sampai sekedar makanan ringan tersedia di sana. Mulai dari sate sampai ikan bakar, mulai dari jagung rebus sampai gorengan. Ditambah lagi dengan sudut mainan anak-anak dan asesoris. Rasanya tidak ada warga Pangkalan Bun yang tidak mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunderan ini juga merupakan pusat pertemuan warga pada hari-hari besar. Pada malam Tahun Baru rasanya semua warga tumplek blek di situ. Pada malam minggu dan malam senin, kafe-kafenya dipenuhi remaja dan yang mengaku masih remaja. Duduk-duduk sekedar menikmati kentang goreng dan pop ice dengan harga murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2ZIR-87U1zc/TqVvq5QNIeI/AAAAAAAAAuI/Y3J8O4seoNY/s1600/PangkalanLima1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-2ZIR-87U1zc/TqVvq5QNIeI/AAAAAAAAAuI/Y3J8O4seoNY/s400/PangkalanLima1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunderan Pangkalan Lima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di pintu keluar kota menuju Sampit. Lebih besar daripada Bunderan Pancasila tapi kurang populer karena letaknya yang jauh di luar kota. Di tengah bunderan ada tugu yang bisa kita naiki sampai setengah puncaknya. Di bagian luar lantai dasar tugu, terdapat lukisan relief yang menggambarkan perjuangan dan sejarah terbentuknya Kabupaten Kotawaringin Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TNrEGZy5j6I/AAAAAAAAANs/S5RdQc51Ias/s1600/Adipura2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TNrEGZy5j6I/AAAAAAAAANs/S5RdQc51Ias/s400/Adipura2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunderan Kalpataru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibangun di persimpangan Jalan Diponegoro – Jalan Prakusumayudha – Jalan Ciwaringin, sebagai simbol keberhasilan Pangkalan Bun meraih piala Adipura selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007 – tahun 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TNsdF4nH77I/AAAAAAAAAN4/wnogTugEUHo/s1600/BunderanMonyet1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kdYuo1klq7g/TqV14-s1YNI/AAAAAAAAAuc/xUupSEFP3S4/s1600/BundPramuka1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-kdYuo1klq7g/TqV14-s1YNI/AAAAAAAAAuc/xUupSEFP3S4/s400/BundPramuka1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunderan Pramuka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dinamakan Bunderan  Beringin karena di tengah-tengahnya tumbuh pohon beringin. Tapi sejak  2008 beringinnya dibongkar – sesuatu yang amat disayangkan – diganti  dengan monumen bertuliskan Praja Muda Karana. Terletak di perempatan  Jalan Pramuka – Jalan Bhayangkara – Jalan HM. Rafii – Jalan Ahmad  Wongso. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TNsdF4nH77I/AAAAAAAAAN4/wnogTugEUHo/s1600/BunderanMonyet1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TNsdF4nH77I/AAAAAAAAAN4/wnogTugEUHo/s400/BunderanMonyet1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bunderan Monyet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populer sebagai Bunderan Monyet meski halaman yang ada di tengah bunderan dihiasi patung orangutan. Letaknya di persimpangan Jalan Pasir Panjang – Jalan Kumai – Jalan Padat Karya – Jalan Raya Kubu. Kehadiran patung orangutan itu seolah merupakan salam selamat datang bagi para pelancong yang akan berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bunderan-bunderan tadi, masih banyak bunderan lain yang menghiasi kota Pangkalan Bun – baik yang sudah berdiri maupun yang sedang dalam tahap pengerjaan. Misalnya Bunderan Jam di pertigaan Korindo yang dihiasi jam besar di tengah-tengahnya. Ada juga Bunderan Imanuel di depan Gereja Imanuel, Bunderan Arut dekat jembatan Sungai Arut sedang dalam tahap pengerjaan, dan Bunderan Jagung (yang puncaknya dihiasi patung jagung) di Pangkalan Lada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya fenomena bunderan ini juga ditemui hampir di semua kota besar di Kalimantan Tengah. Bagi yang bermukim atau sering berkunjung ke Kalteng pasti akan mengakui kenyataan itu. Tapi bagi yang belum pernah, atau yang baru sesekali saja, mungkin akan percaya bahwa dinamakan Pangkalan Bun karena banyak bunderannya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-7503616425501714148?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/7503616425501714148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/pangkalan-bun-pangkalan-bunderan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7503616425501714148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7503616425501714148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/11/pangkalan-bun-pangkalan-bunderan.html' title='Pangkalan Bun, Pangkalan Bunderan?'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ENUUWeb0jPQ/TqV1y2ksDUI/AAAAAAAAAuU/l4_nV3aiCIk/s72-c/BundPas2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3196524408419219499</id><published>2010-10-31T09:55:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T03:43:39.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ular hijau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunglon'/><title type='text'>Siapa Memangsa Siapa</title><content type='html'>Pernah mendengar tentang Hukum Rimba? &lt;br /&gt;Hukum yang berlaku di tengah hutan itu memang diperuntukkan bagi binatang-binatang penghuni rimba. Dalam hukum rimba hanya ada dua pilihan : makan atau dimakan, membunuh atau dibunuh, dan mati atau bertahan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu perjalanan di tengah belantara, saya menemukan pemandangan seperti ini. Seekor bunglon (&lt;i&gt;Bronchocela jubata&lt;/i&gt;) dan seekor ular hijau (&lt;i&gt;Gonisoma oxycephala&lt;/i&gt;) saling menggigit. Sang bunglon menggigit leher ular, sementara sang ular menggigit kaki bunglon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qcSq3RQgN68/TM2chd_WTWI/AAAAAAAAANU/RmsWSC8SAFY/s1600/bunglon2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-qcSq3RQgN68/TM2chd_WTWI/AAAAAAAAANU/RmsWSC8SAFY/s320/bunglon2.JPG" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TM2dNj5h8tI/AAAAAAAAANc/Fm1jb7Y904I/s1600/bunglon3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adegan itu saya tinggalkan untuk meneruskan perjalanan. Apalagi selama ditunggui hampir seperempat jam, kedua hewan tadi nyaris tidak bergerak sama sekali. Setengah jam kemudian, saya kembali melewati jalur yang sama, dan pemandangan sudah berubah : sang ular menyantap sang bunglon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TM2dNj5h8tI/AAAAAAAAANc/Fm1jb7Y904I/s1600/bunglon3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TM2dNj5h8tI/AAAAAAAAANc/Fm1jb7Y904I/s200/bunglon3.JPG" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar ularnya yang memangsa bunglon lebih dulu. Tapi bunglonnya tidak kalah gesit. Waktu disergap, bunglon sempat berkelit sehingga cuma kena kakinya. Secara refleks, bunglon balas menggigit, tapi hanya kena leher ular karena bagian itulah yang terdekat. &lt;br /&gt;Sementara itu, bisa ular meresap ke badan bunglon. Perlahan tapi pasti, bisa ular menyebar dalam tubuh bunglon. Dan akhirnya, hap, ganti ular memangsa sang bunglon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TM2dF8W8lHI/AAAAAAAAANY/fxuglMPAz_4/s1600/bunglon4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="299" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TM2dF8W8lHI/AAAAAAAAANY/fxuglMPAz_4/s320/bunglon4.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kira-kira....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3196524408419219499?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3196524408419219499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/10/siapa-memangsa-siapa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3196524408419219499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3196524408419219499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/10/siapa-memangsa-siapa.html' title='Siapa Memangsa Siapa'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qcSq3RQgN68/TM2chd_WTWI/AAAAAAAAANU/RmsWSC8SAFY/s72-c/bunglon2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3140162141212125193</id><published>2010-08-11T00:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T03:57:16.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerapu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tuba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tonda'/><title type='text'>Berburu Ikan di Papua</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJW3rBquUI/AAAAAAAAAMs/UgKg1PS9b94/s1600/survival.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJW3rBquUI/AAAAAAAAAMs/UgKg1PS9b94/s320/survival.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa mengingkari bahwa pribumi Papua adalah pemburu yang handal?&lt;br /&gt;Mereka bukan hanya trampil mengejar rusa di belantara, tapi juga pencari ikan yang ulung. Perairan laut dan sungai Papua adalah sumber ikan yang tidak ada habisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kenyataan yang menyenangkan manakala kita dengan mudahnya memperoleh tenggiri sebesar paha hanya dengan melempar pancing tanpa umpan dari atas longboat yang melaju.&lt;br /&gt;“Orang kita bilang ini menonda, Bapa....” kata Markus tertawa sambil menunjukkan kerapu sebesar piring makan yang melahap kailnya – padahal tanpa umpan tanpa apa-apa – hanya sekedar dilepaskan di samping logboat yang kami tumpangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu belum seberapa.&lt;br /&gt;Markus juga pandai menombak ikan di sela-sela akar bakau. Pada saat air surut, ia sering mengajak saya menombak ikan. “Buat makan malam, Bapa....” katanya.&lt;br /&gt;Maka kami menggunakan sampan kecil menyusuri pesisir yang saat itu sedang surut. Ketinggian air hanya sebatas betis. Saya mengayuh sampan, Markus berdiri dengan tombak kecil siap di tangan. Setiap kali tombaknya dilemparkan, hampir selalu ada ikan atau mahluk air lain yang tertancap di ujungnya. Yang paling sering dapat kerapu sebesar telapak tangan. Kadang-kadang dapat gurita, udang karang, sotong (semacam cumi-cumi), atau ikan-ikan kecil lainnya. Kalau memasuki muara sungai bahkan sering mendapat kepiting bakau!&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-d3Yl1KfK4S0/TcPTa39QYQI/AAAAAAAAAeQ/s-N63LjofeA/s1600/putra+papua.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-d3Yl1KfK4S0/TcPTa39QYQI/AAAAAAAAAeQ/s-N63LjofeA/s320/putra+papua.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, beberapa warga datang ke muara sungai saat surut untuk mencari ikan menggunakan tuba dari semacam akar yang perasan airnya bisa membuat ikan-ikan mabuk. Mereka datang berombongan – kadang satu keluarga besar – membentuk pagar betis di mulut sungai. Akar tuba ditumbuk di atas akar bakau, kemudian dicampurkan ke dalam aliran air. Ritual ini ditingkahi dengan teriakan-teriakan yang terdengar seperti  &lt;i&gt;Kerééééé!.... Keréééé!... Keréééé!....&lt;/i&gt; yang dimaksudkan untuk memanggil ikan agar mendekat.&lt;br /&gt;Pria dewasa berjalan hilir mudik menyebarkan perasan akar tuba sambil kakinya mengubek-ubek air sungai sehingga menjadi keruh. Yang lebih muda bersiap dengan tombak di tangan. Ikan yang mabuk akan terlihat muncul di permukaan. Saat itulah tombak-tombak dilemparkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya seringkali mengejutkan. Bisa sampai sekarung ikan berbagai rupa ditambah sotong dan kepiting. Bukan hanya sekedar cukup untuk makan malam, tapi juga bisa disimpan untuk persediaan beberapa hari kemudian!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3140162141212125193?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3140162141212125193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/08/berburu-ikan-di-papua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3140162141212125193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3140162141212125193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/08/berburu-ikan-di-papua.html' title='Berburu Ikan di Papua'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJW3rBquUI/AAAAAAAAAMs/UgKg1PS9b94/s72-c/survival.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4289159311743585741</id><published>2010-08-11T00:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T01:03:30.954-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hitam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaimana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ponds'/><title type='text'>Black And White</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJUPSj_EpI/AAAAAAAAAMk/jghxP2IVDvQ/s1600/black%26white.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJUPSj_EpI/AAAAAAAAAMk/jghxP2IVDvQ/s320/black%26white.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka foto ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto yang diambil di pesisir Pantai Danaruma – sekitar satu jam perjalanan longboat ke arah barat Distrik Kokas – ini membuktikan bahwa saya tidaklah sehitam yang saya kira. Selama ini saya sering risau dengan warna kulit yang semakin gelap. Itulah sebabnya sejak beberapa tahun terakhir akrab dengan krim pemutih yang menurut iklannya di tivi dapat memberikan efek lebih putih dalam beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bertugas di Fakfak, rasa risih itu berkurang. Karena ternyata masih banyak yang kulitnya lebih gelap dan lebih hitam daripada saya! Hampir sebagian besar pekerja – yang didominasi warga setempat – memang memiliki kulit hitam, tipikal warna kulit masyarakat Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markus (28 tahun) yang duduk di sebelah kanan, pemuda asli Kaimana, barangkali menjadi pembanding yang tepat. Badannya yang hitam kekar merupakan tipikal rata-rata warga setempat. Sering saya berseloroh padanya, “Markus, kalau jalan malam-malam jangan lupa tertawa ya!....”&lt;br /&gt;“Kenapa, Bapak?” sahut Markus polos.&lt;br /&gt;“Supaya orang tidak tabrak kamu, karena bisa lihat gigimu....”&lt;br /&gt;Markus hanya tertawa keras. Dan gigi putihnya terlihat sempurna. Kalau saja Markus berjalan di malam hari tanpa memperlihatkan giginya, saya kuatir akan ada yang menabraknya. Apalagi Markus punya kebiasaan bertelanjang dada kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kiri berdiri Bilal Heremba (25 tahun), warga asli Distrik Kokas yang lebih sering menyebut namanya menjadi ‘Billy’, memiliki kulit tidak sehitam Markus. Tidak jelas kenapa kulit Billy tidak hitam legam seperti Markus. Tapi kemungkinan karena Markus asli penduduk pedalaman, sementara Billy tinggal di pesisir yang tingkat pembaurannya lebih tinggi. Hampir sebagian besar perkampungan di pesisir Papua banyak disinggahi pendatang dari Sulawesi dan Jawa, sehingga kemungkinan kawin campur selalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka foto ini.&lt;br /&gt;Karena menggambarkan pembauran. Menggambarkan tidak adanya perbedaan suku dan warna kulit. Semua sama, semua punya hak yang sama untuk bergaul, bekerja, dan berkumpul. Tidak peduli saya yang dari Jawa, tidak peduli Markus yang dari Kaimana. Tidak peduli Billy yang coklat matang, tidak peduli Markus yang hitam legam. Tidak peduli Markus yang lebih menikmati rokoknya, Billy yang tersenyum ke arah kamera, dan saya mengamati kulit tangan yang rasanya semakin lama semakin menghitam sambil bergumam, “Padahal saya sudah pake &lt;i&gt;Ponds&lt;/i&gt; tiap hari....” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ponds&lt;/b&gt;, merek kosmetik yang katanya bisa memutihkan kulit dalam hitungan minggu....&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4289159311743585741?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4289159311743585741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/08/black-and-white.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4289159311743585741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4289159311743585741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/08/black-and-white.html' title='Black And White'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TGJUPSj_EpI/AAAAAAAAAMk/jghxP2IVDvQ/s72-c/black%26white.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-6938666121121730873</id><published>2010-07-06T06:47:00.000-07:00</published><updated>2010-07-06T06:47:07.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='danaruma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ubadari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kokas'/><title type='text'>Air Bersih dari Ubadari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TDMyvbLRa9I/AAAAAAAAAMc/jP8cOR0dhrc/s1600/ubadari.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TDMyvbLRa9I/AAAAAAAAAMc/jP8cOR0dhrc/s320/ubadari.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Air bersih tentulah perlu, dan itu kadang menjadi masalah di pedalaman Papua. Kondisi tanahnya yang dipenuhi bebatuan kadang menjadikan air bersih sebagai barang berharga. Tidak semua distrik (sebutan untuk kecamatan kalau di Pulau Jawa) memiliki sumber air yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kami membangun base camp di pesisir Danaruma – sekitar satu jam perjalanan longboat ke arah barat Distrik Kokas – air tawar ternyata sulit diperoleh. Sungai-sungai di sekitar situ hanya menyisakan sedikit air bekas musim hujan di ceruk-ceruknya. Itu pun kadang berada cukup jauh dari pondok kerja. Untuk mencapai ke sana kita harus melewati dua buah bukit. Alhasil, sekembalinya dari sana badan sudah berkeringat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasa begitu, Bapa,” kata Upang memberitahu. “Kalau musim hujan tidak masalah, tapi kalau kemarau kita susah cari air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah sekitar satu jam perjalanan longboat ke arah timur Distrik Kokas, ada sebuah desa bernama Ubadari yang dilewati sungai berbatu dengan air tawar mengalir tanpa henti. Setiap pagi, longboat diberangkatkan ke sana membawa sekitar dua puluh drum yang sudah dilubangi bagian atasnya. Setelah drum-drum diisi penuh, longboat kembali ke Base Camp Danaruma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar air itu untuk keperluan memasak dan mandi sore hari. Pada pagi hari hanya disediakan satu ember ukuran sedang – cukuplah untuk sekedar mencuci muka dan bersih-bersih. Untuk urusan lain memakai air laut yang melimpah di tepi pondok. Sebagian besar pekerja pribumi bahkan nampak biasa saja mandi dengan cara berendam di air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan khusus diberikan setiap hari jum’at. Pada hari itu kami sama-sama pergi ke Desa Ubadari, membawa perlengkapan mandi dan pakaian kotor. Puas-puaslah kami bermain air, mandi, berendam, dan mencuci semua pakaian yang dibawa. Setelah dijemur di sekitar sungai, kami beristirahat di rumah-rumah penduduk sambil menunggu saat sholat Jum’at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang ashar kembali ke Danaruma, membawa segenap pakaian kering dan badan segar. Itu kalau memang sorenya tidak turun hujan. &lt;br /&gt;Kalau ternyata hujan?&lt;br /&gt;Ya tetap kembali ke Danaruma. Acara menjemur pakaian dilanjutkan di sana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-6938666121121730873?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/6938666121121730873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/07/air-bersih-dari-ubadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6938666121121730873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6938666121121730873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/07/air-bersih-dari-ubadari.html' title='Air Bersih dari Ubadari'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TDMyvbLRa9I/AAAAAAAAAMc/jP8cOR0dhrc/s72-c/ubadari.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-1272527562236164671</id><published>2010-06-18T06:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T06:54:07.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='longboat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fakfak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunset'/><title type='text'>Sepotong Senja di Pantai Fakfak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4SenxYzI/AAAAAAAAAMU/eZ0IeMB5oos/s1600/sunset4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4SenxYzI/AAAAAAAAAMU/eZ0IeMB5oos/s320/sunset4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fakfak hanyalah sebuah kota kecil di paruh burung Papua. Sebagai kota pantai dengan luas tak lebih dari enam kilometer persegi, Fakfak memang tidak menjanjikan banyak hal. Secara tidak resmi wilayahnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu kawasan kota yang berada di pinggir pantai, dan kawasan puncak yang berada di perbukitan. Angkutan kotanya – yang di sana disebut taksi – bisa dikatakan memiliki trayek fleksibel. Meskipun dari Terminal Tambaruni ada taksi berwarna kuning jurusan puncak dan ada taksi merah jurusan kota, tetap saja kita bisa memilih keduanya untuk berjalan-jalan menikmati keindahan Fakfak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt38LcZ7fI/AAAAAAAAAL8/TA2hHB5ARFA/s1600/abaweri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt38LcZ7fI/AAAAAAAAAL8/TA2hHB5ARFA/s320/abaweri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kawasan puncak merupakan kawasan berbukit-bukit dengan jalan aspal meliuk-liuk di antaranya. Dari ketinggian kita bisa menikmati hamparan luas Laut Arafura di bawah sana. Lautnya membiru saat cuaca cerah dengan hiasan beberapa kapal berlabuh di pelabuhan. Pulau Panjang yang memanjang persis di depan kota seolah merupakan benteng alam dari bahaya ombak besar. Perahu-perahu nelayan dan &lt;i&gt;longboat&lt;/i&gt; – perahu cepat berbentuk panjang seperti pisang – hilir mudik melengkapi suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4Ff-1AgI/AAAAAAAAAME/VNmzlosrAxc/s1600/longboat.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4Ff-1AgI/AAAAAAAAAME/VNmzlosrAxc/s320/longboat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah daratan agar bisa menampung perkembangan kota, pemerintah daerah membangun Jalan Reklamasi yang menghubungkan Pasar Tambaruni dan Jalan Itzak Tellusa. Tepat di hadapan Jalan Reklamasi, pemandangan laut membentang sepanjang mata. Di sepanjang Jalan Reklamasi terdapat tembok pembatas tempat orang-orang duduk-duduk atau memancing sambil menikmati udara sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4KYRQoXI/AAAAAAAAAMM/zr-FBWX160Y/s1600/pantai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4KYRQoXI/AAAAAAAAAMM/zr-FBWX160Y/s320/pantai.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan keindahan sunset yang muncul menjelang senja!&lt;br /&gt;Paduan warna warni matahari sore bakal memuaskan dahaga mata kita. Jangan juga terburu-buru pulang selepas senja. Warung-warung ikan bakar yang berjejer di sepanjang jalan Reklamasi mulai menggelar jualannya. Dengan hanya 25 ribu Rupiah, kita sudah bisa menikmati kakap merah atau kerapu panggang plus lalapan, sambil ditemani sejuknya semilir angin laut. Murah dan mengenyangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-1272527562236164671?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/1272527562236164671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/sepotong-senja-di-pantai-fakfak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1272527562236164671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1272527562236164671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/sepotong-senja-di-pantai-fakfak.html' title='Sepotong Senja di Pantai Fakfak'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBt4SenxYzI/AAAAAAAAAMU/eZ0IeMB5oos/s72-c/sunset4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4998390772287254748</id><published>2010-06-16T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:12:14.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='labi-labi'/><title type='text'>Dibelah Hidup-Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lwHpYBEIEzI/TBjc3pTcr-I/AAAAAAAAAK8/adSc410U-iI/s1600/labi-labi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-lwHpYBEIEzI/TBjc3pTcr-I/AAAAAAAAAK8/adSc410U-iI/s320/labi-labi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Persoalan utama yang dihadapi pekerja di hutan adalah menu sehari-hari. Rasanya bosan banget kalau tiap hari yang disajikan cuma indomie rebus, ikan asin bakar, atau sambal sarden. Karena itu perlu dicari menu alternatif untuk menghindari rasa bosan.&lt;br /&gt;Kalau lokasi kerjanya dekat kampung (di sana jarak dua atau tiga kilometer dianggap dekat) kita bisa minta daun singkong atau membeli ayam. Tapi kalau pun letak kampung terlalu jauh, itu juga bukan persoalan karena anggota survey biasanya adalah pemburu yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terampil menyelam untuk menombak ikan atau memasang jerat. Mereka juga tahu sungai mana yang banyak ikannya dan jalur mana yang sering dilintasi hewan buruan. Masalahnya kemudian, bagi Orang Dayak semua hewan bisa dimakan. Tak ada istilah haram atau halal, apalagi makruh. Kalau dapat kijang atau burung kuau, tanpa ragu kami para perantau dari Jawa ikut memakannya. Tapi kalau dapat trenggiling atau burung yang aneh-aneh wujudnya, apa boleh buat, kami memilih indomie saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang buruan yang jadi favorit adalah kura-kura, labi-labi, dan baning. Ketiganya hampir sejenis. Sama-sama keluarga kura-kura yang membawa-bawa tempurung di punggungnya. Hanya saja kalau labi-labi adalah amphibi yang hidup di dua alam, kura-kura dan baning hidup di darat. Labi-labi bentuknya seperti bulus, tempurungnya lebar menyerupai penggorengan dengan warna kusam abu-abu. Tempurung kura-kura dan baning (&lt;i&gt;Tetsuda emys&lt;/i&gt;) lebih menggelembung menyerupai helm tentara. Bedanya lagi, tempurung baning punya corak lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Enaknya itu mereka gampang ditangkap. Kalau sudah kelihatan merayap di  lantai hutan, tinggal diangkat dan dibawa pulang ke tenda. Labi-labi  bisa bergerak cepat – lebih-lebih kalau sedang berada di dalam air – dan  memiliki daging kenyal-kenyal empuk. Sementara daging baning berwarna  merah seperti daging kerbau. Labi-labi – seperti halnya katak – masih bisa dipertanyakan halal atau makruhnya. Tapi kalau baning jelas-jelas halal karena hidup di darat dan hanya memakan kulit kayu dan jamur. Dagingnya pun enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak enak adalah cara menyembelihnya. Baning atau kura-kura atau labi-labi selalu dibantai hidup-hidup! Tempurungnya dibelah berkeliling dari samping kemudian dibuka seperti orang membuka kulit durian. Pada saat itu kempat kakinya masih bergerak-gerak.Adegan itulah yang sering membuat miris. Tapi kata mereka itu cara paling cepat dan praktis.&lt;br /&gt;“Kalau mau disembelih, di mana motongnya, Om? Lehernya keluar masuk terus, susah megangnya....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4998390772287254748?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4998390772287254748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/dibelah-hidup-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4998390772287254748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4998390772287254748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/dibelah-hidup-hidup.html' title='Dibelah Hidup-Hidup'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lwHpYBEIEzI/TBjc3pTcr-I/AAAAAAAAAK8/adSc410U-iI/s72-c/labi-labi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-2020447481115094235</id><published>2010-06-16T07:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:14:19.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tumbang bayang'/><title type='text'>Liburnya Kalau Hujan</title><content type='html'>Kegiatan operasional di areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sangat dipengaruhi cuaca. Hampir semua sektor pekerjaan tidak bisa terlaksana dengan baik kalau cuaca buruk. Penebang dilarang menebang pohon saat angin kencang dan hujan deras.  Arah rebah bisa berubah dan itu mengancam keselamatan mereka.&lt;br /&gt;Operator traktor atau bulldozer sulit menarik log atau kayu hasil penebangan kalau jalan angkutan berlumpur bekas hujan. Demikian juga supir &lt;i&gt;logging truck&lt;/i&gt;, sangat tidak nyaman jika harus terseok-seok membawa puluhan kubik kayu dengan berat puluhan ton di atas jalan licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GEKPGUyi9KY/TXjz23BJwbI/AAAAAAAAAPQ/4oUctY3Jfxk/s1600/jalanrusak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-GEKPGUyi9KY/TXjz23BJwbI/AAAAAAAAAPQ/4oUctY3Jfxk/s320/jalanrusak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya cuaca cerah menjadi satu-satunya harapan untuk mengenjot produksi. Pada musim kemarau, mereka akan memanfaatkan panas matahari dengan sebaik-sebaiknya untuk menebang dan mengeluarkan log ke tempat penumpukan. Operator chainsaw dan traktor bisa bekerja sampai sore hari. &lt;br /&gt;Hilir mudik kendaraan memindahkan log dari tempat penimbunan kayu (biasa disebut TPn) menuju &lt;i&gt;logyard&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;logppond&lt;/i&gt; bisa berlangsung sampai tengah malam. Dengan catatan: kalau hari terang. Sebab sebagian besar jalan angkutan menuju ke blok-blok penebangan memang hanya berupa jalan tanah saja, sehingga kalau turun hujan praktis tidak bisa digunakan. Kalau hujannya sehari penuh, bisa-bisa besoknya dua hari berturut-turut tidak ada kegiatan pengangkutan. &lt;br /&gt;Itu sebabnya di sepanjang jalan angkutan, duapuluh meter kiri kanannya wajib dibersihkan dari pohon dan semak belukar. Kegiatan yang disebut &lt;i&gt;tumbang bayang&lt;/i&gt; ini bertujuan untuk membebaskan permukaan jalan dari bayang-bayang pohon. Maksudnya agar sinar matahari bisa leluasa menyinari jalan sehingga jalan cepat kering setelah turun hujan.&lt;br /&gt;Lantas kalau hujannya sampai berhari-hari, bagaimana?&lt;br /&gt;“O, itu berarti libur nasional!” kata supir truk sambil tertawa. Sepanjang hujan turun mereka bisa dikatakan libur total. Hari-hari diisi dengan main kartu, ngobrol, atau nonton tivi. Meskipun kelihatannya menyenangkan, mereka resah juga kalau hujannya tak kunjung berhenti. Soalnya gaji mereka dihitung dari kubikasi log yang diangkut tiap bulannya. Semakin besar kubikasinya berarti semakin tinggi penghasilannya.&lt;br /&gt;Tidak heran kalau pada hari minggu mereka tetap bekerja untuk mengejar hasil sebanyak mungkin. Tanggal merah pun seringkali dianggap tidak ada. Hari libur resmi mereka dalam setahun hanya empat kali, yaitu pada saat Tahun baru, Tujuh Belas Agustus, Natal, dan Idul Fitri. Hari libur selebihnya ya pada saat turun hujan tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-2020447481115094235?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/2020447481115094235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/liburnya-kalau-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2020447481115094235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2020447481115094235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/liburnya-kalau-hujan.html' title='Liburnya Kalau Hujan'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GEKPGUyi9KY/TXjz23BJwbI/AAAAAAAAAPQ/4oUctY3Jfxk/s72-c/jalanrusak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3623506189586063882</id><published>2010-06-15T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T09:23:43.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pitak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kutu monyet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agas'/><title type='text'>Dari Lintah sampai Kutu Monyet</title><content type='html'>Camp tarik merupakan perumahan pekerja yang berada di ujung jalan angkutan. Tapi bukan berarti yang paling ujung. Jauh di dalam hutan, ada kelompok pekerja yang disebut regu survey. Mereka tidak dibuatkan rumah – baik permanen maupun semi permanen – tapi diberi terpal untuk tenda. Tempat kerjanya di tengah hutan sehingga mirip orang kemping.&lt;br /&gt;Satu regu survey terdiri dari sepuluh sampai duabelas orang. Tugasnya membuat batas areal penebangan dan mendata potensi kayu yang ada. Sekali masuk hutan mereka langsung membawa perlengkapan dan bekal makanan selama sebulan. Diantar sampai ujung jalan, selebihnya jalan kaki.&lt;br /&gt;Kalau lokasi surveynya cuma beberapa kilometer, jalan kakinya cuma setengah hari. Tapi saya pernah mengalami lokasi survey sampai duapuluh kilometer. Wah, untuk melangsir perbekalan saja butuh lima hari. Untungnya anggota regu survey diambil dari masyarakat setempat yang sudah tidak asing dengan suasana hutan. Mereka bahkan sanggup mengangkut beban lebih dari 30 kg dengan kecepatan normal, tanpa alas kaki lagi!&lt;br /&gt;Di lokasi survey, yang pertama kali dilakukan adalah mendirikan tenda. Beruntung kalau ketemu sungai besar, karena nantinya bisa memancing ikan untuk variasi menu makanan sehari-hari. Soalnya bekal yang disediakan perusahaan biasanya cuma indomie, sarden, dan ikan asin.&lt;br /&gt;Kalau sungainya kecil sebetulnya tidak masalah karena airnya malah lebih bersih, mirip air mineral kemasan. Cuma untuk mencari ikan harus pergi agak jauh. Tapi itu juga tidak masalah karena kita bisa memasang perangkap di sekeliling tenda. Lumayan kalau dapat kancil, burung kuau, atau bahkan kijang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBene18AIZI/AAAAAAAAAKc/K2qcND0dUPo/s1600/seekor_lintah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBene18AIZI/AAAAAAAAAKc/K2qcND0dUPo/s320/seekor_lintah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Yang jadi masalah justru serangga pengganggu yang seperti tidak ada habisnya. Dalam perjalanan ke tengah belantara, lintah-lintah kecil yang disebut &lt;i&gt;pacet&lt;/i&gt; sudah menunggu di ujung-ujung dedaunan. Waktu menempel di kaki seringkali tidak terasa. Begitu kembali ke tenda dan mengganti celana panjang, baru ketahuan darah mengucur di betis atau paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBenjN3b9mI/AAAAAAAAAKk/MyP6IjCoccM/s1600/lintah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBenjN3b9mI/AAAAAAAAAKk/MyP6IjCoccM/s320/lintah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyamuk mungkin sudah tidak asing lagi karena di kota juga banyak. Tapi &lt;i&gt;agas&lt;/i&gt; – serangga lembut sebesar butiran pasir – sangat mengganggu karena menimbulkan gatal di kulit. Ada yang menyarankan untuk merokok untuk menghindari serangan agas. Tapi kalau agasnya datang tanpa henti apa iya kita juga harus merokok terus-terusan? &lt;br /&gt;“Nggak kena agas tapi nanti malah kena TBC,” komentar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBenmjIvIKI/AAAAAAAAAKs/HlyqHXMgIdA/s1600/pitak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBenmjIvIKI/AAAAAAAAAKs/HlyqHXMgIdA/s320/pitak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada lagi yang namanya &lt;i&gt;pitak&lt;/i&gt;. Ini bukan luka kecil di kepala melainkan nama sejenis lalat besar yang memiliki jarum di ujung mulutnya. Kalau sudah menggigit, sakitnya minta ampun. Menepuknya juga sulit karena mata &lt;i&gt;facet&lt;/i&gt;nya bisa melihat ke segala arah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling menjengkelkan dari semua tadi adalah kutu monyet. Serangga sejenis kutu ayam (&lt;i&gt;gurem&lt;/i&gt; – kata orang Jawa) ini suka bersembunyi di antara ranting dan dedaunan kering. Begitu terinjak, puluhan dari mereka serentak menyerang kaki. Gatalnya minta ampun. Kalau digaruk malah tambah perih.&lt;br /&gt;Kalau sudah kena serangan kutu monyet, kaki harus segera dibasuh dengan minyak tanah. (Tapi sialnya tidak selalu tersedia minyak tanah – untuk bahan bakar perusahaan menggunakan solar). Pakaian yang terkena pun sebaiknya dibakar saja, atau direndam air panas – kalau masih bagus. Kemudian kutunya dicari satu-satu – sebab biasanya mereka masih menempel di pori-pori – lalu diangkat dengan benda tajam semacam silet atau pisau &lt;i&gt;cutter&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Dua hari kemudian pada bekas gigitan kutu monyet akan muncul bintik-bintik berisi cairan kuning seperti nanah. Setelah pecah biasanya timbul bercak-bercak hitam. Tapi tak usah kuatir, bercak hitam itu akan hilang seiring dengan waktu.&lt;br /&gt;Seorang teman bercerita bahwa diserang kutu monyet itu bukan sakitnya yang jadi masalah, tapi malunya itu. &lt;br /&gt;“Masak kutu-kutu itu tidak bisa membedakan kita dengan monyet!...” &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3623506189586063882?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3623506189586063882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/dari-lintah-sampai-kutu-monyet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3623506189586063882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3623506189586063882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/dari-lintah-sampai-kutu-monyet.html' title='Dari Lintah sampai Kutu Monyet'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBene18AIZI/AAAAAAAAAKc/K2qcND0dUPo/s72-c/seekor_lintah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-2013071531714254314</id><published>2010-06-15T08:55:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T08:55:30.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='base camp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='camp tarik'/><title type='text'>Rumahnya Ditarik-tarik</title><content type='html'>Pernah mendengar istilah camp tarik?&lt;br /&gt;Dalam struktur perusahaan HPH – khususnya di lapangan – base camp merupakan pusat kegiatan. Di base camp terdapat kantor, bengkel, kantin, gudang, perumahan karyawan, dan sarana-sarana penting lainnya. &lt;br /&gt;Jauh di dalam hutan, ada lagi rumah-rumah pekerja yang disebut camp tarik. Di situ biasanya tinggal kelompok pekerja yang berhubungan langsung dengan pemungutan hasil hutan. Mulai dari operator chainsaw – gergaji mesin – yang bertugas menebang pohon, kemudian operator buldoser yang bertugas menarik potongan-potongan log ke tempat pengumpulan, dan tukang kupas yang kerjanya mengupas kulit kayu. Masing-masing dibantu satu atau dua orang helper.&lt;br /&gt;Karena lokasi penebangan berpindah-pindah, maka rumah mereka tidak dibuat permanen seperti di base camp. Rumahnya dibangun di atas dua potong log sejajar, sehingga kalau lokasi penebangan pindah, rumahnya tinggal ditarik menggunakan buldoser. Itu sebabnya disebut camp tarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/7pvzBBE8vXU/s1600/camptarik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/7pvzBBE8vXU/s320/camptarik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sistim menariknya sama seperti kalau menarik mobil yang mogok. Rumah diikat pada beberapa titik yang strategis, kemudian buldoser menariknya ke tempat operasional yang baru. Karena jaraknya sampai belasan kilometer, melewati kondisi jalan yang naik turun tidak menentu, tidaklah mengherankan kalau siku-siku rumah jadi bergeser. Semakin sering berpindah tempat, semakin sering ditarik-tarik, kondisi rumah akan semakin goyah. Belum lagi perabotan – yang biasanya dibiarkan tetap dalam rumah – yang berjatuhan saat ditarik. Belum lagi kalau empunya rumah memelihara ayam di bagian belakang – yang biasanya ditempelkan begitu saja – dan ada ayam yang sedang mengeram, wah, bisa berantakan telurnya.&lt;br /&gt;Karena cara tersebut seringkali memperpendek umur rumah, dan merusak jalan yang dilewati, belakangan digunakan cara baru : camp tumpang. Artinya camp ditumpangkan ke atas logging truk yang biasanya memuat kayu gelondongan. &lt;br /&gt;Kebayang enggak cara menaikkannya?&lt;br /&gt;Camp dipindahkan dulu ke tempat yang posisinya lebih tinggi dari jalan. Kemudian pantat logging truck didekatkan ke tebing dekat rumah, lantas camp didorong oleh buldoser persis ke punggung truck.&lt;br /&gt;Tapi meskipun sistimnya tidak lagi ditarik, tempat tinggal yang berada di ujung jalan angkutan itu tetap saja populer disebut sebagai camp tarik....&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-2013071531714254314?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/2013071531714254314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/rumahnya-ditarik-tarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2013071531714254314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/2013071531714254314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/06/rumahnya-ditarik-tarik.html' title='Rumahnya Ditarik-tarik'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/TBehmyw8HkI/AAAAAAAAAKU/7pvzBBE8vXU/s72-c/camptarik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3333222497318051110</id><published>2010-05-18T01:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:40:55.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fakfak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapal putih'/><title type='text'>Nonton Kapal sebagai Hiburan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uvGwzsYSGZ8/TqV29agyaaI/AAAAAAAAAvQ/VUeETjivli4/s1600/dorolonda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-uvGwzsYSGZ8/TqV29agyaaI/AAAAAAAAAvQ/VUeETjivli4/s320/dorolonda.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau saja Anda saat ini berada di Fakfak – sebuah kota kecil di paruh burung Papua – dan ingin berjalan-jalan, kemudian bertanya kepada warga setempat, kemungkinan besar Anda akan disarankan pergi ke kota.&lt;br /&gt;Tapi jangan membayangkan kota tersebut seperti kawasan Kota di Jakarta yang sarat dengan mall dan tempat hiburan. Kota di Fakfak tak lebih hanya sebutan untuk sepenggal jalan sepanjang sekitar dua kilometer bernama Jalan Itzak Tellusa. Jalan tersebut menghubungkan Pelabuhan Fakfak dengan satu-satunya tempat keramaian di kota tersebut.&lt;br /&gt;Di Jalan Itzak Tellusa itulah kita bisa menemukan jejeran toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, pakaian, tempat makan, atau wartel.&lt;br /&gt;Meskipun banyak toko, belum tentu apa yang kita cari – yang kalau di Jakarta sudah pasti ada – dapat dengan segera kita temukan di sana. Majalah dan koran yang dijual biasanya terbitan dua minggu sebelumnya. Snack dan produk kecantikan yang iklannya sering muncul di tivi, belum tentu tersedia. &lt;br /&gt;Kawasan pertokoan di kota biasanya mulai buka pukul sembilan pagi. Jangan berpikir soal kedai kopi tempat duduk-duduk menikmati sarapan sambil melihat lalu lalang orang atau kendaraan, karena memang tidak ada. Juga jangan kaget kalau pukul dua siang semua toko menutup pintunya. Mereka baru akan buka kembali pukul lima sore. Kemudian buka lagi sampai sekitar pukul sembilan atau sepuluh malam. &lt;br /&gt;Begitu pertokoan tutup, jalanan yang semula ramai mendadak kosong. Kalau keramaian masih ada sampai lewat pukul sebelas, aha, berarti ada Kapal Pelni yang akan sandar di Pelabuhan Fakfak.&lt;br /&gt;Kedatangan Kapal Pelni – yang oleh warga biasa disebut Kapal Putih – merupakan satu hiburan tersendiri. Dengan jadwal kedatangan yang rutin, mereka hapal kapal apa yang akan sandar minggu ini. Apakah KM Bukit Siguntang, KM Dorolonda, atau KM Ciremai. Mereka juga tahu persis apakah kapalnya datang dari Kaimana atau justru akan berangkat ke Sorong.&lt;br /&gt;Selain pesawat udara, kapal laut merupakan alternatif warga Fakfak dalam berhubungan dengan tempat lain. Dari Pelabuhan Fakfak secara reguler diberangkatkan kapal laut melayani trayek Fakfak-Sorong-Biak-Serui-Jayapura dan trayek Fakfak-Kaimana-Timika-Merauke. Untuk ke luar Papua ada trayek Fakfak-Banda-Ambon-Makasar-Surabaya-Jakarta. Ada juga yang melintasi jalur selatan melalui Kupang atau Maumere. &lt;br /&gt;Warga berdatangan ke pelabuhan bukan hanya untuk menjemput famili atau keluarga yang mungkin berkunjung. Mereka menyambut kedatangan kapal putih seperti menyambut pasar malam. Biasanya kapal merapat antara dua sampai tiga jam. Selama masa sandar itu, warga bisa naik ke atas kapal untuk berbelanja pakaian, kebutuhan rumah tangga, alat elektronik, atau sekedar menikmati ayam goreng khas Amerika.&lt;br /&gt;Harga barang yang dijual di kapal umumnya lebih murah daripada yang dijual di daratan. Apalagi kalau kapal akan kembali ke Makassar atau Surabaya. Kabarnya pedagang di kapal memilih melepas barang dengan keuntungan tipis daripada membawa balik ke Jawa, sebab di Surabaya nanti mereka akan berbelanja lagi.&lt;br /&gt;Warga pedesaan pun memanfaatkan kehadiran kapal untuk menjual hasil bumi mereka. Maka tidaklah heran jika beberapa penduduk asli memanfaatkan masa sandar kapal dengan berkeliling menawarkan buah merah, buah durian, ikan panggang, atau manisan pala.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3333222497318051110?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3333222497318051110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/nonton-kapal-sebagai-hiburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3333222497318051110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3333222497318051110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/nonton-kapal-sebagai-hiburan.html' title='Nonton Kapal sebagai Hiburan'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uvGwzsYSGZ8/TqV29agyaaI/AAAAAAAAAvQ/VUeETjivli4/s72-c/dorolonda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8040449138270310145</id><published>2010-05-18T00:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:03:03.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fakfak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rusa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kokas'/><title type='text'>Berburu Rusa di Papua</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s1600/rusa.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s1600/rusa.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Langit belum lagi gelap ketika sebuah longboat mendarat di pesisir pantai utara Distrik Kokas. Beberapa orang bertubuh hitam tegap berloncatan turun, diikuti oleh dua ekor anjing yang nampaknya sudah terbiasa berburu. Seorang di antara laki-laki hitam tegap tadi tampak menyandang senapan laras panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ini adalah pemandangan yang biasa di pesisir Papua – khususnya di perkampungan terpencil di tepi pantai. Distrik Kokas – kalau di Jawa identik dengan kecamatan – termasuk salah satu distrik di Kabupaten Fakfak yang dikelilingi oleh lautan dan dibatasi hutan alam. Orang-orang di longboat tadi bukan aparat keamanan, bukan tim pemberantasan illegal logging, mereka cuma sekelompok masyarakat yang bermaksud berburu rusa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa rusa?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena jenis binatang itulah yang banyak ditemukan di hutan-hutan setempat. Dengan bermodalkan senapan laras panjang jenis Mauser – yang biasanya dipinjam dari petugas Koramil – plus beberapa butir peluru, sudah cukup untuk mendapatkan dua atau tiga ekor rusa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apalagi kalau kita puanjing su biasa berburu, bisa dapat lebih banyak lagi,” kata Dahlin Iha sambil membubuhkan tip-eks pada ujung laras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anjing berguna untuk menggiring rusa setelah kena tembak. Lalu tip-eks tadi? Untuk menandai ujung laras supaya bidikan bisa tepat. “Kalau sumalam biasanya gelap jadi susah kalau tidak pakai tip-eks,” kata Dahlin lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-71Vb4U8eafM/S_trjsQzgmI/AAAAAAAAAJ8/bBEGUR3jikU/s1600/aljamando.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-71Vb4U8eafM/S_trjsQzgmI/AAAAAAAAAJ8/bBEGUR3jikU/s200/aljamando.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Daging&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu-satunya pemangsa rusa di paruh burung Papua adalah Rusa (&lt;i&gt;Cervus timorensis&lt;/i&gt;) merupakan salah satu mamalia yang banyak berkeliaran di hutan-hutan Papua. Selain rusa, mamalia yang banyak ditemukan adalah Babi Hutan (&lt;i&gt;Sus Vitatus&lt;/i&gt;) dan kelompok marsupial atau hewan berkantung.&lt;/div&gt;Seorang peneliti bernama Ronald G. Petocz, dalam bukunya Konsevasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya (1987) menyebutkan bahwa rusa bukanlah satwa asli Papua, melainkan satwa yang dimasukkan dari luar. Kemungkinan besar masuk dari Kepulauan Maluku karena ada jenis rusa yang dinamakan &lt;i&gt;Cervus timorensis moluccensis.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang jelas, bisa dikatakan rusa adalah satu-satunya mamalia besar di Papua. Mamalia yang lebih besar, yang bersifat predator (pemangsa) bagi rusa bisa dikatakan tidak ada!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini yang membedakan rusa Papua dibandingkan rusa di kawasan lain. Di Sumatera atau Kalimantan, rusa menjadi binatang buruan bagi harimau (&lt;i&gt;Panthera tigris&lt;/i&gt;), macan tutul (&lt;i&gt;Panthera pardus&lt;/i&gt;), atau ular sanca (&lt;i&gt;Phyton reticulatus&lt;/i&gt;). Itulah sebabnya mengapa rusa begitu banyak ditemukan di hutan-hutan Irian Jaya Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;manusia. Bagi masyarakat kampung, rusa merupakan salah satu sumber daging bagi kebutuhan sehari-hari. Apabila mereka membutuhkan daging dalam jumlah besar, misalnya untuk hajatan perkawinan, daging rusa menjadi pilihan yang mungkin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harganya termasuk murah. Pada saat di Fakfak harga daging sapi mencapai 45 ribu per kilo, daging rusa dijual hanya seharga 17 ribu per kilogramnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanduknya pun Laku&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perburuan biasanya dilakukan menjelang tengah malam. Satu tim umumnya terdiri dari satu penembak, minimal dua pembantu, dan seekor anjing. Senter merupakan salah satu alat bantu yang penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran rusa diketahui dari tingkah anjing yang berubah. Posisi berdiri rusa bisa diketahui dari cahaya matanya yang menyolok di tengah malam. Pada saat disorot dengan senter, seekor rusa biasanya malah berdiri terpaku sehingga penembak makin mudah membidikkan senapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara senapan yang membelah malam merupakan tanda sudah terjadinya ‘pembantaian’. Kalau rusanya tidak langsung rubuh, anjing berfungsi untuk mengejar atau menggiring ke arah pantai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi hari perburuan selesai. Rusa hasil buruan, kalau kondisinya tidak memungkinan dibawa hidup-hidup, biasanya langsung disembelih di tempat. Kalau lokasi perburuan jauh dari pantai, daging biasanya dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Isi perut ditinggal begitu saja di tengah hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang, selain mendapat rusa dewasa, pemburu juga acapkali mendapatkan anak rusa yang bisa sekalian ditangkap. Anak rusa tadi bisa dipelihara sampai menjadi rusa dewasa, seperti layaknya memelihara kambing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di kecamatan, daging rusa dijual eceran kepada penduduk yang berminat. Atau bisa juga dijual borongan. Untuk rusa ukuran sedang – dengan berat daging sekitar 20 atau 25 kilo – dihargai tiga ratus ribu Rupiah. &lt;/div&gt;Kalau rusanya jantan dewasa, selain daging masih ada hasil ikutannya yang berharga, yaitu kepala dan tanduk. Kepala dan tanduk rusa bercabang minimal enam, biasanya dioffset menjadi hiasan dinding. Untuk hasil pengoffsetan yang sempurna, harganya bisa mencapai lima ratus ribu Rupiah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8040449138270310145?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8040449138270310145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/berburu-rusa-di-papua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8040449138270310145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8040449138270310145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/berburu-rusa-di-papua.html' title='Berburu Rusa di Papua'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-b97TLTO_Ph4/S_I7nSuik2I/AAAAAAAAAJs/1wHUnJE4cXs/s72-c/rusa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-5750153800233862316</id><published>2010-05-13T21:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T23:44:22.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fakfak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baku'/><title type='text'>Baku Tunggu di Fakfak</title><content type='html'>Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu arti kata baku adalah saling atau menunjukkan kegiatan yang berbalasan. Padanan yang sering disandingkan dengan kata baku biasanya adalah baku hantam yang artinya saling berhantam. Tapi sewaktu saya bekerja di Fakfak – salah satu kabupaten di paruh burung Papua – penggunaan kata baku ternyata meluas kemana-mana.&lt;br /&gt;Pada suatu hari saya terpaksa berangkat sendirian ke tempat kerja karena teman yang ditunggu-tunggu tidak muncul. Siangnya saat jumpa di tempat kerja baru ketahuan penyebabnya: kami saling menunggu di tempat berbeda. Saya menunggu di hotel sementara teman tadi menunggu di terminal. Sambil tertawa-tawa teman tadi yang asli Fakfak berkata, “Wah, kita tadi &lt;i&gt;baku tunggu&lt;/i&gt; rupanya!”&lt;br /&gt;Artinya kami ternyata saling menunggu sehingga tidak bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/S-zpVHSExZI/AAAAAAAAAJA/U6HnFJFzruk/s1600/the+boss_blog.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/S-zpVHSExZI/AAAAAAAAAJA/U6HnFJFzruk/s320/the+boss_blog.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di akhir bulan, bagian keuangan perusahaan tempat saya bekerja kesulitan membayarkan gaji karena tidak ada uang kecil. Pekerja yang satu kurang 20 ribu, sementara pekerja yang satu lagi gajinya kurang 30 ribu. Akhirnya akuntan kami memanggil keduanya, menyerahkan selembar 50 ribuan kepada seorang diantaranya sambil berkata, “Nih, kalian punya gaji ada lebih di sini. Sama kamu ada dua puluh, sama kau ada tigapuluh. Saya tak ada uang kecil, jadi ini limapuluh kalian &lt;i&gt;baku bagi&lt;/i&gt; ya?”&lt;br /&gt;Artinya kedua pekerja itu diminta membagi sendiri pecahan 50 ribu supaya sisa gajinya bisa terbayarkan.&lt;br /&gt;Alhasil di sana kata baku menjadi begitu beragam padanannya. Misalnya baku pukul, baku atur, baku angkat, baku ganti, atau baku pinjam. Semuanya untuk menunjukkan kegiatan yang saling berbalasan.&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain saya dikejutkan sewaktu salah seorang pekerja berkata, “Kita &lt;i&gt;kasih bunuh&lt;/i&gt; mesin-kah, Bapak?”&lt;br /&gt;Saya kaget karena mengira ada yang &lt;i&gt;baku bunuh&lt;/i&gt; di antara pekerja. Rupanya pekerja tadi cuma ingin menanyakan apakah mesin generatornya sudah bisa dimatikan atau belum. Barangkali karena melihat saya sudah tidak menggunakan komputer lagi.&lt;br /&gt;Setelah tahu bahwa membunuh ternyata juga dipakai untuk mematikan mesin, maka besok-besoknya saya dengan enteng berkata, “Saya tak pakai komputer lagi, kasih bunuh saja mesinnya!”&lt;br /&gt;Rupanya pekerja yang saya suruh bukan dari bagian genset dan tidak tahu cara mematikan mesin sehingga balik bertanya, “Bagaimana cara bunuhnya, Bapak?”&lt;br /&gt;“Pukuli saja sampai mati,”  jawab saya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-5750153800233862316?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/5750153800233862316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/baku-tunggu-di-fakfak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/5750153800233862316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/5750153800233862316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/baku-tunggu-di-fakfak.html' title='Baku Tunggu di Fakfak'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7nBP3eB6rkQ/S-zpVHSExZI/AAAAAAAAAJA/U6HnFJFzruk/s72-c/the+boss_blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-7101519920360357966</id><published>2010-05-13T21:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T21:12:29.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah'/><title type='text'>Buahnya Gratis</title><content type='html'>Saat paling menyenangkan jika bekerja dekat perkampungan  adalah saat musim buah-buahan. Begitu juga sewaktu saya bertugas di pedalaman Kabupaten Mandailing Natal – Sumatera Utara.  Masyarakat di sana banyak yang memiliki kebun buah-buahan.  Mulai dari kebun durian, rambutan, jeruk manis, kueni,  atau langsat – semacam duku tapi rasanya agak masam.&lt;br /&gt;Karena transportasi ke pasar sangat jauh dan ongkosnya mahal, mereka lebih suka menjual di desa sendiri. Karena itu harganya juga murah. Apalagi kalau kita mau datang langsung ke kebun mereka.&lt;br /&gt;Memang melelahkan, karena kebun mereka biasanya berada di balik bukit. Untuk mencapainya bisa memerlukan setengah sampai satu jam perjalanan. Yang menarik dari transaksi di kebun adalah: kita boleh mencicipi sepuas-sepuasnya.&lt;br /&gt;Sambil beramah-tamah dengan pemilik kebun, kita bisa duduk-duduk sambil menikmati durian atau kueni atau rambutan yang baru dipetik dari tangkainya. Dan untuk semua itu kita tidak perlu membayar. Yang perlu dibayar hanyalah buah-buahan yang kita bawa pulang.&lt;br /&gt;“Wah, enak dong. Kita cicipi sepuasnya, belinya cukup satu dua.”&lt;br /&gt;Memang enak. Tapi rasanya risih juga kalau hanya beli sedikit. Maka biasanya masing-masing membawa seberapa sanggupnya. Kalau durian ya segandeng seorang. Kalau kueni masing-masing sekantong plastik. &lt;br /&gt;Kalau semuanya tidak sanggup membawa karena kekenyangan?&lt;br /&gt;Tidak usah kuatir, pemilik kebun bersedia membawakan sampai kampung. Dan untuk ukuran mereka sekarung durian atau sekarung langsat belum apa-apa. Maka pulanglah kami dengan oleh-oleh sekarung buah-buahan.&lt;br /&gt;Sudah harganya murah, kenyang mencicipi, dibawakan lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-7101519920360357966?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/7101519920360357966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/buahnya-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7101519920360357966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7101519920360357966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/buahnya-gratis.html' title='Buahnya Gratis'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8521315553018502736</id><published>2010-05-13T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T21:13:02.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='butahuruf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film india'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dubing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasionalis'/><title type='text'>Nasionalis Sejati</title><content type='html'>Di desa-desa terpencil, televisi menjadi satu-satunya hiburan, meskipun untuk dapat menangkap siarannya memerlukan antena parabola. Begitu juga yang saya alami sewaktu bertugas di pedalaman Kabupaten Mandailing Natal pada awal-awal 1990an. Saat itu sedang ramai-ramainya stasiun tivi swasta menayangkan film-film Asia, khususnya India dan Hongkong, yang menjadi acara favorit penduduk di sana.&lt;br /&gt;Kalau sudah ada pemutaran flm-film India, rumah-rumah atau kedai yang dilengkapi pesawat tivi bakalan penuh sesak oleh penonton. Hebatnya lagi, mereka menyukai film-film yang sudah di-dubbing ke dalam Bahasa Indonesia. Kalau ada film yang tidak di-dubbing – tetap dalam bahasa aslinya tetapi disertai teks terjemahan – mereka bisa menggerutu panjang lebar.&lt;br /&gt;Bukan main, kagum saya dalam hati, begitu nasionalisnya mereka terhadap Bahasa Indonesia! &lt;br /&gt;Pada saat saudara se-tanah air di kota-kota lain begitu bangga dengan istilah-istilah yang berbau bahasa asing, mereka tetap konsisten mencintai bahasa nasional mereka.&lt;br /&gt;Belakangan saya tahu bahwa mereka menyukai film-film dubbing karena bisa segera tahu jalan ceritanya. Tidak perlu repot-repot membaca teks terjemahannya. Sebab sebagian besar penduduk memang tidak lancar membaca. Bahkan banyak di antaranya yang masih buta huruf!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8521315553018502736?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8521315553018502736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/nasionalis-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8521315553018502736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8521315553018502736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/nasionalis-sejati.html' title='Nasionalis Sejati'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4800156281941198272</id><published>2010-05-13T21:01:00.001-07:00</published><updated>2010-05-13T21:13:35.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barbershop'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='padangsidempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hotel istana'/><title type='text'>Lima Ribu Komplit</title><content type='html'>Setiap kali saya berkunjung ke Kota Padangsidempuan, biasanya saya menginap di Hotel Istana yang terletak persis di ujun Jalan Diponegoro. Dan biasanya selalu menyempatkan diri memangkas rambut.&lt;br /&gt;Tempat pangkasnya berada persis di bawah hotel. Hotelnya sendiri menempati lantai dua dan tiga. Lantai satu dipakai oleh beberapa kios pangkas yang berjejer berurutan. Meskipun kios pangkasnya lebih dari satu, mereka tampaknya punya pelanggan sendiri-sendiri. Tukang pangkasnya berasal dari Sumatera Barat. Ini bisa dikenali dari nama marga yang tercantum pada masing-masing cermin. Nama-nama itu misalnya Chaniago, Kotto, atau Jambak. &lt;br /&gt;Saya senang memangkas rambut di situ karena sambil dipangkas kita bisa melihat lalu-lalang orang di sepanjang jalan. Pelayanannya pun komplit. Setelah rambut dipotong sesuai permintaan, bangku pangkas dimiringkan hampir 150 derajat agar kita merasa relaks saat kumis, cambang, dan dagu dibersihkan. Setelah bangku ditegakkan kembali, pundak kita dipijit-pijit, kemudian kepala ditekuk kiri kanan sampai terdengar bunyi tulang bergemeletak. Setelah sisa-sisa rambut dibersihkan, pundak kita masih diolesi lagi dengan minyak oles.&lt;br /&gt;Untuk semua itu kita hanya perlu membayar lima ribu Rupiah saja!&lt;br /&gt;Waktu itu – sekitar tahun 1995an – tarif itu relatif murah. Bahkan sangat murah kalau dibandingkan dengan ongkos memangkas rambut di Jakarta.&lt;br /&gt;Memang di pinggiran Jakarta ongkos pangkas rambut kurang lebih sama.  Tapi itu hanya untuk potong rambut dan pijat pundak saja. Kalau mau merapikan kumis dan dagu dikenakan tambahan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4800156281941198272?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4800156281941198272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/lima-ribu-komplit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4800156281941198272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4800156281941198272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/lima-ribu-komplit.html' title='Lima Ribu Komplit'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-6921674911970987830</id><published>2010-05-13T20:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T21:14:34.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='burung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='padi'/><title type='text'>Menanam Padi Harus Bersamaan</title><content type='html'>Sewaktu bertugas di pedalaman Kabupaten Mandailing Natal, saya mendapat tugas dari perusahaan untuk menaman padi unggul jenis IR 64. Tujuannya agar masyarakat sekitar  dapat melihat keunggulan jenis padi tersebut dibandingkan padi lokal yang selama ini mereka tanam.&lt;br /&gt;Ketika hal tersebut saya sampaikan kepada kepala desa, beliau menyarankan untuk menunggu musim tanam berikutnya, sebab saat itu sudah memasuki masa pemeliharaan padi. Rupanya tradisi di desa tersebut, kegiatan menanam padi dilakukan serentak. Kapan mulai menyemai dan kapan mulai menanam diumumkan lewat mesjid seusai sholat Jum’at.&lt;br /&gt;Merasa sebagai orang berpendidikan, tentu saja saya keberatan. Kenapa harus ikut-ikutan yang lain? Biarlah padi di sawah-sawah lain sudah mulai berbulir, kalau kita baru mulai menanam sekarang, apa salahnya? Toh lahan milik kita sendiri, dan benih juga kita beli sendiri.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan penuh keyakinan benih padi unggul itu kami tanam. Ketika padi-padi milik masyarakat sudah dipanen, padi milik perusahaan baru memasuki masak bulir. Pernyataan dari kepala desa kemudian terbukti. Karena sawah-sawah lain sudah kosong, maka seluruh burung-burung sawah menyerbu sawah kami. Mereka berpesta pora di sawah kami!&lt;br /&gt;Baru kemudian saya menyadari bahwa salah satu alasan kenapa menanam padi dilakukan serentak adalah untuk mengurangi resiko serangan burung. Dengan banyaknya sawah yang masak bulir secara bersamaan, serangan hama burung jadi terbagi-bagi. &lt;br /&gt;Kebersamaan memang mempunyai makna yang lebih baik. Dan pengalaman dengan padi itu merupakan salah satu buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-6921674911970987830?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/6921674911970987830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/menanam-padi-harus-bersamaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6921674911970987830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6921674911970987830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/menanam-padi-harus-bersamaan.html' title='Menanam Padi Harus Bersamaan'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3149895476968314719</id><published>2010-05-12T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T07:36:56.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cabe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bibit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ampas'/><title type='text'>Ampas Kelapa sebagai Pelindung Benih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-59usTL_0GVQ/TqV2PDqLhyI/AAAAAAAAAuo/EGBNmFXkGAE/s1600/Intisari1a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-59usTL_0GVQ/TqV2PDqLhyI/AAAAAAAAAuo/EGBNmFXkGAE/s320/Intisari1a.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu bekerja di pedalaman Tapanuli Selatan (kini Kabupaten Mandailing Natal – pen.) saya berinisiatif mengisi waktu dengan bercocok tanam. Merasa sebagai ‘orang kota’, biasanya saya berkonsultasi dulu dengan masyarakat setempat jika akan menanam sesuatu. Demikian pula ketika terpikir untuk menanam cabe di halaman belakang.&lt;br /&gt;Orang kampung yang saya mintai pendapat menyarankan begini, “sebelum benihnya disemaikan, rendam dulu dengan air panas satu malam sebelumnya.”&lt;br /&gt;O, kalau itu saya sudah tahu. Gunanya untuk mempercepat proses tumbuhnya benih. Dengan direndam dalam air panas, kulit benih menjadi lunak sehingga kecambah lebih mudah menembus keluar. Besok paginya sudah kelihatan bintik-bintik putih kecambah di tepian benih. Dengan cara itu kita sekaligus bisa mengetahui mana benih yang baik dan mana yang jelek.&lt;br /&gt;“Jangan lupa bawa ampas kelapa,” kata Bapak itu lagi. “Nanti ditaburkan di sekeliling tempat semainya.”&lt;br /&gt;Nah, kalau yang ini saya baru mendengar. &lt;br /&gt;“Untuk apa, Pak?”&lt;br /&gt;“Di sini banyak semut yang suka memakan benih. Dengan adanya ampas kelapa tadi, semut-semut itu akan memakan ampasnya lebih dulu. Begitu ampasnya habis, benihnya sudah tumbuh dan sudah aman dari gangguan semut.”&lt;br /&gt;Saya mengangguk-angguk mengerti.&lt;br /&gt;Yang begini ini tidak pernah disebutkan dalam buku panduan. Memang benar kata pepatah, pengalaman adalah guru yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nPwmvJaeu3U/Td0a3TWMknI/AAAAAAAAAjE/m71YdyjQz9c/s1600/BenihCabe2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://1.bp.blogspot.com/-nPwmvJaeu3U/Td0a3TWMknI/AAAAAAAAAjE/m71YdyjQz9c/s320/BenihCabe2.jpg" width="222px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;dimuat di majalah intisari No.530/September 2007&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3149895476968314719?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3149895476968314719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/ampas-kelapa-sebagai-pelindung-benih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3149895476968314719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3149895476968314719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/ampas-kelapa-sebagai-pelindung-benih.html' title='Ampas Kelapa sebagai Pelindung Benih'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-59usTL_0GVQ/TqV2PDqLhyI/AAAAAAAAAuo/EGBNmFXkGAE/s72-c/Intisari1a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-1208451583874149852</id><published>2010-05-12T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T20:37:26.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papa T. Bob'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nama anak'/><title type='text'>Dipanggil Dengan Nama Anaknya</title><content type='html'>Selain persoalan memanggil dengan nama marga, persoalan panggil memanggil ini ternyata belum selesai. Banyak karyawan yang sering dipanggil dengan nama yang berbeda dengan namanya sendiri. Ada yang bernama Amin Saputra tapi sehari-harinya dipanggil Pak Rizal. Istrinya juga disebut Mak Rizal. Ada lagi marga Manulang yang dipanggil Papa Amel, sementara istrinya dipanggil Mama Amel.&lt;br /&gt;Tadinya saya pikir itu adalah julukan atau alias, atau sekedar nama kecil untuk menunjukkan keakraban. Ternyata bukan. Nama panggilan itu adalah nama anak pertama mereka.&lt;br /&gt;“Kebiasaan di sini memang begitu. Orang biasa dipanggil dengan nama anak pertamanya. Pak Rizal itu berarti Bapaknya si Rizal. Kalau Papa Amel berarti Papanya si Amel….”&lt;br /&gt;Tanya punya tanya, kebiasaan itu terjadi karena banyaknya nama atau marga yang sama. Jadi untuk mempermudah pengenalan, nama anak pertamanya yang dipakai, tidak peduli apakah anak pertamanya laki-laki atau perempuan. Juga tidak peduli apakah anaknya baru satu atau sudah dua belas.&lt;br /&gt;Kemudian bagaimana kalau sudah punya anak tetapi anaknya belum diberi nama? Soalnya di kalangan suku Batak kadangkala untuk memberi nama anak harus menunggu persetujuan dulu dari Ompung (kakek-nenek) dan kerabat se-marga lainnya.&lt;br /&gt;Gampang. Kalau anaknya laki-laki, untuk sementara Bapaknya boleh dipanggil Pak Ucok. Sedangkan kalau anaknya perempuan, panggil saja Pak Butet. Nanti kalau anaknya sudah dapat nama, otomatis sebutan itu akan berganti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Tadinya saya pikir ini cuma kebiasaan di Sumatera Utara saja. Ternyata tidak. &lt;br /&gt;Anda kenal Papa T. Bob?  Nama pencipta lagu anak-anak itu ternyata juga bukan nama aslinya. Nama itu diambil dari nama anak laki-laki pertamanya, yaitu si T.Bob. Jadi Papa T. Bob artinya ya Bapaknya si T. Bob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-1208451583874149852?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/1208451583874149852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/dipanggil-dengan-nama-anaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1208451583874149852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/1208451583874149852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/dipanggil-dengan-nama-anaknya.html' title='Dipanggil Dengan Nama Anaknya'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3434008261210981212</id><published>2010-05-12T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T02:58:27.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anjing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='B1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lapo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='babi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='B2'/><title type='text'>Di Sini Sedia B-2....</title><content type='html'>Pernah jalan-jalan di pasar tradisional di kawasan Sumatera Utara?&lt;br /&gt;Kalau pernah, jangan heran kalau melihat kios daging dengan tulisan DI SINI DIJUAL B-2 pada dindingnya. Juga jangan kaget kalau melihat daging yang dijual rada-rada aneh. Sebab tulisan itu memang petunjuk yang memberitahukan bahwa di kios itu dijual daging babi. Kios tempat penjualannya pun terpisah jauh dari kios daging yang menjual daging sapi, daging kerbau, daging kambing, ataupun ayam.&lt;br /&gt;Tulisan semacam itu kadang juga terlihat pada kios-kios tunggal di pinggir jalan, atau pada &lt;i&gt;pakter-pakter&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;lapo-lapo&lt;/i&gt; tuak yang merupakan tempat minum-minum khas di Sumatera utara. Pertanyaan yang melintas barangkali, “kenapa babi disebut dengan B-2?”&lt;br /&gt;Karena dalam kata babi terdapat dua huruf &lt;b&gt;&lt;i&gt;b&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Selain istilah B-2, terbaca juga tulisan lain, misalnya, DI SINI JUGA SEDIA B-1.&lt;br /&gt;Jangan buru-buru menafsirkan sebagai vitamin b1, karena memang tidak ada hubungannya sama sekali. Pengumuman terakhir tadi berarti tempat itu juga menyediakan daging anjing.&lt;br /&gt;Lho, kok anjing disebut B-1? Kan tidak ada huruf &lt;i&gt;&lt;b&gt;b&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-nya?&lt;br /&gt;Bisa saja. &lt;br /&gt;Sebab di Sumatera Utara anjing dipanggil dengan sebutan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Biang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;linkhref="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Ccrystal%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3434008261210981212?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3434008261210981212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/di-sini-sedia-b-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3434008261210981212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3434008261210981212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/di-sini-sedia-b-2.html' title='Di Sini Sedia B-2....'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4295888236381065014</id><published>2010-05-12T01:49:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T08:37:57.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='marga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumut'/><title type='text'>Semua Minta Dipanggil Marganya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2hEoGgwlGPY/Td0gMno5xjI/AAAAAAAAAjk/l_Aze2j0o3Q/s1600/Marga2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://3.bp.blogspot.com/-2hEoGgwlGPY/Td0gMno5xjI/AAAAAAAAAjk/l_Aze2j0o3Q/s320/Marga2.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan awal yang harus saya hadapi ketika bertugas di Sumatera Utara adalah masalah marga. Pertama, banyak nama marga yang baru pertama kali saya dengar. Selama di Pulau Jawa, marga suku Batak yang terdengar paling-paling Siregar, Simatupang, Silitonga, atau Si- Si- lainnya. Makanya waktu pertama kali berkenalan, saya terkaget-kaget karena banyak marga yang baru sekali itu saya dengar. Misalnya Marbun, Harianja, Barutu, Pinem, ataupun Gaja.&lt;br /&gt;Masalah kedua, mereka lebih suka dipanggil nama marganya daripada nama depannya!&lt;br /&gt;Ini merepotkan karena bukan cuma satu orang yang bermarga Siregar. Ada Maruli Siregar, Marsihat Siregar, atau Monang Siregar. Repotnya karena di dalam daftar karyawan ketiganya tercatat sebagai M. Siregar! Kalau ada sesama karyawan yang bertanya, misalnya, “Pak, ada melihat Siregar?” Maka saya akan ganti bertanya, “Siregar yang mana?”&lt;br /&gt;“Siregar yang supir dumptruk itu!”&lt;br /&gt;O, baru saya tahu siapa yang dimaksudkannya.&lt;br /&gt;Waktu masalah ini saya sampaikan, anggota saya yang bernama Ganda Siregar malah membenarkan. “Iya, Pak, kalau kami orang Batak lebih suka disebut marganya. Supaya lebih terasa kebersamaan dan kekeluargaannya. Jadi kalau Siregar-Siregar sedang berkumpul, semuanya merasa sama. Tidak ada Siregar yang supir, tidak ada Siregar yang kepala bagian.”&lt;br /&gt;Untuk membedakan Siregar yang satu dengan Siregar yang lainnya ditambahkanlah jenis profesinya masing-masing. Nama panggilannya menjadi berbeda dengan nama yang tercatat dalam daftar karyawan. Ada Siregar Dumptruk (yang supir dumptruk), ada Siregar Las (yang tukang las), ada juga Siregar Survey (yang kerjanya survey).&lt;br /&gt;Masalah kemudian muncul kalau ada dua marga yang sama yang bekerja di bagian yang sama pula. Maka lahirlah nama Sirait Parapat (yang asalnya dari Kota Parapat) dan Sirait Medan (yang mengaku sebagai anak Medan).&lt;br /&gt;Ada juga karyawan yang bukan Batak yang sama-sama bernama Supriyadi, sama-sama supir logging truk, dan sama-sama berasal dari Aceh. Untuk membedakannya, yang lebih dulu masuk kerja dipanggil Supriyadi A. Sementara yang masuk belakangan dinamai Supriyadi B.&lt;br /&gt;Kasus nama yang sama ini memang banyak dijumpai di desa-desa yang terpencil. Lingkungan desa yang sederhana tidak memerlukan nama yang aneh-aneh – seperti anak-anak kota jaman sekarang. Pernah pada satu saat ada tiga orang yang bernama Nasib. Hanya Nasib saja. Tanpa marga, tanpa nama belakang, tanpa nama keluarga. Masalah muncul karena bagian personalia mengira itu kesalahan tulis saja. Dipikirnya nama satu orang yang didaftar sampai tiga kali. Setelah tahu bahwa ketiga-tiganya ada dan eksis di perusahaan, maka dibuatlah nama Nasib I, Nasib II, dan Nasib III.&lt;br /&gt;“Kayak nama raja-raja saja,” komentar karyawan lainnya. Mungkin dia teringat Sultan Hamengkubuwono IX dan Hamengkubuwono X.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kalau ada karyawan yang nama atau marganya sama, pekerjaannya sama, kampung asalnya sama, dan tanggal masuknya juga sama? Memang kejadian seperti itu belum pernah terjadi. Tapi kalaupun ada, percayalah, selalu ada cara untuk menemukan pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SqkJJbYMVfg/Td0gMcl2ZII/AAAAAAAAAjc/GLuEZ4yv0eo/s1600/Marga1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://3.bp.blogspot.com/-SqkJJbYMVfg/Td0gMcl2ZII/AAAAAAAAAjc/GLuEZ4yv0eo/s320/Marga1.jpg" width="209px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Intisari edisi Januari 2007&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4295888236381065014?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4295888236381065014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/semua-minta-dipanggil-marganya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4295888236381065014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4295888236381065014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/semua-minta-dipanggil-marganya.html' title='Semua Minta Dipanggil Marganya'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2hEoGgwlGPY/Td0gMno5xjI/AAAAAAAAAjk/l_Aze2j0o3Q/s72-c/Marga2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-7007983546389108723</id><published>2010-05-11T07:47:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T07:45:22.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengantin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kacamata hitam'/><title type='text'>Pengantinnya Pakai Kacamata Hitam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-paEIcFoHtOk/Td0UdyP-rzI/AAAAAAAAAic/3zGIaEHwcMI/s1600/PengantinMadina2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://1.bp.blogspot.com/-paEIcFoHtOk/Td0UdyP-rzI/AAAAAAAAAic/3zGIaEHwcMI/s320/PengantinMadina2.jpg" width="256px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Prosesi perkawinan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, masih bertahan sampai sekarang. Setidaknya untuk desa atau kampung yang berada jauh di pelosok gunung atau bukit. &lt;br /&gt;Acara biasanya diawali dengan iring-iringan mempelai pria ke rumah mempelai wanita. Mempelai pria diiringi keluarganya berjalan kaki menuju rumah mempelai wanita. Kemudian ijab kabul atau pembacaan janji pernikahan seperti pada umumnya, biasanya diikuti dengan nasehat-nasehat dari para tetua adat atau tokoh desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-m3czkZIpkF8/TcPWjScQEiI/AAAAAAAAAeg/SsrVZxOjyAg/s1600/madina2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240px" src="http://4.bp.blogspot.com/-m3czkZIpkF8/TcPWjScQEiI/AAAAAAAAAeg/SsrVZxOjyAg/s320/madina2.jpg" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, pengantin prianya mengenakan kacamata hitam. Ini katanya untuk mengurangi rasa malu karena seharian jadi tontonan orang banyak. Kacamata hitam itu dipakai sejak sore hari – saat iring-iringan – sampai malam hari – saat pembacaan ijab kabul. Bahkan pada malam hiburan yang diadakan malam itu juga atau besoknya, kedua mempelai wajib hadir di sisi panggung – meskipun hanya untuk duduk saja.&lt;br /&gt;Belakangan ini sudah ada rasa malu memakai kacamata hitam, terutama pada malam hari karena dirasa tidak cocok lagi dengan suasana. “Seperti tuna netra saja,” begitu mungkin pikir mereka. Kacamata pun diganti dengan yang berwarna kecoklatan atau putih polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sCYGr7MtXCo/TcPWTx-eOQI/AAAAAAAAAec/9pv8MCCSmKA/s1600/madina1.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://2.bp.blogspot.com/-sCYGr7MtXCo/TcPWTx-eOQI/AAAAAAAAAec/9pv8MCCSmKA/s320/madina1.jpg" width="239px" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hiburannya – kalau di desa-desa yang jauh dari kabupaten – biasanya band dari kampung setempat. Lagu-lagunya didominasi lagu dangdut. Kadang-kadang lagu Rock Malaysia. Selain band, yang paling sering ditampilkan adalah Nasid atau Qasidah. Apalagi kalau kebetulan mempelai wanitanya sewaktu masih gadis aktif sebagai anggota Nasid.&lt;/div&gt;Kalau mempelai wanitanya dulu vokalis Nasid, sudah bisa dipastikan ia akan didaulat untuk menyanyi. Seperti juga pada pentas dangdut, tak usah heran kalau di antara penonton ada yang naik ke pentas untuk nyawer – menyerahkan lembaran uang kertas. &lt;br /&gt;Pemberian uang sawer itu bisa bermakna dua hal. Pertama sebagai sumbangan atau kado pernikahan. Kedua sebagai permintaan untuk terus menyanyi. Makna yang kedua menunjukkan popularitas sang mempelai saat masih gadis dulu. Semakin banyak yang menyawer, berarti makin banyak penggemarnya yang kecewa karena sejak saat itu dia sudah jadi istri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LPBmOiCnU1Y/Td0Udo9OlNI/AAAAAAAAAiU/Bn2sz8cdmeQ/s1600/PengantinMadina1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320px" src="http://4.bp.blogspot.com/-LPBmOiCnU1Y/Td0Udo9OlNI/AAAAAAAAAiU/Bn2sz8cdmeQ/s320/PengantinMadina1.jpg" width="214px" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;tulisan ini juga dimuat di Intisari edisi Juli 2010&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-7007983546389108723?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/7007983546389108723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/pengantinnya-pakai-kacamata-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7007983546389108723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/7007983546389108723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/pengantinnya-pakai-kacamata-hitam.html' title='Pengantinnya Pakai Kacamata Hitam'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-paEIcFoHtOk/Td0UdyP-rzI/AAAAAAAAAic/3zGIaEHwcMI/s72-c/PengantinMadina2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-63375297454139211</id><published>2010-05-10T00:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T01:16:35.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angkot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taksi'/><title type='text'>Taksi atau Angkot?</title><content type='html'>Istilah taxi untuk menyebut angkutan kota ternyata banyak digunakan di beberapa wilayah di luar Pulau Jawa. Misalnya di Bengkulu, di Pekanbaru, di Fakfak, dan juga di Pangkalan Bun. Mungkin juga ada di beberapa provinsi lain di Indonesia tercinta ini. &lt;br /&gt;Namanya saja taxi, tapi penampilan dan sistim trayeknya lebih mirip angkot. Kadang – secara kebetulan – warnanya pun kuning seperti umumnya warna taxi pada tahun 80-an. Meski begitu, penampilan taxi angkot di beberapa tempat memiliki kekhasannya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Persamaan antara taxi angkot dan taxi betulan ya di servis-nya. Kita bisa minta diantar sampai di depan rumah kalau kita meminta – misalnya pas lagi banyak bawa barang belanjaan. Tinggal ngomong sama sang supir dan biasanya penumpang lain maklum adanya.&lt;br /&gt;Saya senang-senang saja kalau taxi angkotnya nyeleweng dulu keluar trayek. Apalagi kalau sedang tidak terburu-buru. Toh tidak bakalan terlalu jauh. Soalnya dengan begitu malah jadi tahu pelosok-pelosok jalan yang lain.&lt;br /&gt;“Itulah sebabnya dinamakan taxi,” komentar saya dalam hati.“Penumpangnya bisa minta diantar langsung ke depan rumah..”&lt;br /&gt;Di Pekanbaru, taxi-taxi angkot identik dengan musik. Hampir semua dilengkapi dengan stereo set yang memekakkan telinga. Pilihan musiknya pun beragam, tergantung selera supirnya. Ada yang pop, ada yang dangdut, ada pula yang rock. Semakin mendekati terminal di Jalan Nangka – yang di sana disebut loket, mungkin karena banyaknya loket-loket bis antar kota yang berjajar di sepanjang terminal – suara hingar-bingar semakin menjadi.&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, calon penumpang bisa memilih sesuai selera musiknya masing-masing. Meski taxi-nya sudah berjejer di depan mata, tapi kalau selera musiknya berbeda, mereka – biasanya anak-anak sekolah – lebih rela menunggu musik pujaannya.&lt;br /&gt;“Nggak ah,” terdengar komentar salah seorang di antaranya. “Nanti aja. Musiknya aku enggak suka....Tunggu yang pop aja...”&lt;br /&gt;Padahal, di dalam angkot berisiknya bukan main. Kalau pas kebagian tempat di depan di samping supir, kadang saya mengecilkan sendiri volumenya. Soalnya pernah pada satu waktu, pas lagi dalam angkot yang menyetel dangdut house music, eh istri menelpon. Begitu mendengar suara bising, istri spontan bertanya, &lt;br /&gt;“Papa lagi di mana? Lagi di diskotik ya?”&lt;br /&gt;“.....  ....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-63375297454139211?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/63375297454139211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/taxi-atau-angkot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/63375297454139211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/63375297454139211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/taxi-atau-angkot.html' title='Taksi atau Angkot?'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4110778338887708297</id><published>2010-05-09T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T21:35:50.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aek mais'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taksi sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anatra'/><title type='text'>Taksinya Bayar Masing-Masing</title><content type='html'>Kalau Anda berada di Sumatera Utara, jangan sembarangan mencari taksi!&lt;br /&gt;Sebab di sana ada dua macam pengertian taksi yang mungkin menimbulkan salah paham. Taksi-taksi seperti yang hilir mudik di Jakarta – yang pakai argometer dan ada tulisan Taxi di atasnya – hanya akan Anda jumpai di Kota Medan. Sementara di kota-kota yang lain – misalnya di Binjai, Kisaran, Pematangsiantar, Sibolga, Tarutung, atau Padangsidempuan – taksinya tidak pakai argo dan tidak ada tulisan Taxi di atasnya. Trayeknya juga bukan di dalam kota melainkan antar kota!&lt;br /&gt;Sistim pembayaran taksi yang disebut belakangan tadi sama seperti kalau kita mau naik bis. Tidak harus mencarter tapi bisa bayar orang per orang. Kita juga tidak perlu datang ke loket atau agen untuk memesan atau membeli tiket. Cukup lewat telpon, beritahu kapan minta dijemput, sebutkan alamat, maka taksi akan datang ke rumah kita. &lt;br /&gt;Urusan pembayaran diselesaikan setelah kita dikumpulkan di pool atau agen perusahaan taksi bersangkutan. Jumlah penumpang kurang dua atau tiga orang tidak menjadi masalah karena taksi tetap diberangkatkan. &lt;br /&gt;Taksi biasanya diberangkatkan sekitar pukul sembilan malam. Dengan lama perjalanan delapan jam, biasanya pagi-pagi subuh sudah sampai tujuan. Ini satu lagi kelebihan taksi antar kota: penumpangnya diantar sampai ke alamat! Tak ada tambahan biaya – kecuali kalau alamatnya di luar kota. &lt;br /&gt;Karena kelebihan-kelebihan itulah maka taksi-taksi antar kota banyak dipilih oleh masyarakat di sana. Lebih mahal sedikit tapi lebih nyaman daripada naik bis besar yang lamban dan banyak berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dijemput Langsung Dari Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sibolga adalah kota di mana untuk pertama kalinya saya mengenal taksi. Karena harus ke Medan – ibukota provinsi yang jaraknya 349 km di utara – maka saya bertanya kepada rekan kerja, “Di sini bis apa yang paling nyaman kalau mau ke Medan?”&lt;br /&gt;Soalnya sudah kebiasaan saya di Jawa kalau mau bepergian ke luar kota selalu pakai perusahaan bis yang full AC, tidak banyak berhenti, nyaman, dan pelayanannya prima. Berangkatnya pun harus malam hari sehingga pagi hari sudah sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;Rekan yang saya tanya malah berkata, “Naik taksi saja, Pak.”&lt;br /&gt;“Carter maksudnya?  Wah, mahal dong!”&lt;br /&gt;Rekan tadi mengangkat gagang telpon, memutar nomor-nomor, kemudian terdengar berkata, “Nanti malam satu orang ke Medan, bisa?  Bangku di samping supir masih ada?  Oke, oke, jemput di mess pemda,  atas nama Pak Erik. Jangan lupa ya!”&lt;br /&gt;Lalu kepada saya berkata, “Nanti malam setengah sembilan Bapak dijemput. Tunggu saja di mess.”&lt;br /&gt;Malamnya, baru pukul delapan lewat seperempat terdengar klakson berulang-ulang di depan rumah. Sebuah sedan datsun model lama dengan tulisan Bengawan Taksi di sisi pintu depannya berhenti tanpa mematikan mesin. Supirnya keluar sambil menanyakan apa betul saya mau ke Medan. Setelah dijawab iya, serta merta kedua tas saya dibawa dan dimasukkan bagasi.&lt;br /&gt;“Mari, Pak, masih empat lagi yang harus dijemput.”&lt;br /&gt;Saya duduk di samping supir yang mengamati secarik kertas kecil dengan penerangan lampu kabin. Itulah daftar nama dan alamat calon penumpang yang harus dijemputnya. Setelah semuanya terangkut, taksi kembali lagi ke pool. Di pool, para penumpang turun untuk mengurus tiketnya masing-masing.&lt;br /&gt;Mekanismenya memang begitu. Calon penumpang tidak perlu datang ke pool atau loket. Cukup dengan menelpon saja. Juga tidak perlu membayar panjar atau uang muka. Semua diselesaikan sesaat sebelum pemberangkatan.&lt;br /&gt;Tentu saja terkadang ada calon penumpang yang membatalkan kepergiannya. Bisa karena mendadak sakit atau ada keperluan lain. Tapi itu tidak menjadi masalah. Kalau ada calon penumpang lain yang menunggu di pool, dia bisa dimasukkan dalam daftar penumpang. Kalau tidak ada, “Tetap berangkat,” kata juragan taksinya. “Anggap saja resiko. Lagipula kalau tidak jadi diberangkatkan, kepercayaan penumpang terhadap kami bisa berkurang.”&lt;br /&gt;Kemungkinan adanya penumpang baru untuk mengisi bangku yang kosong selalu ada karena mereka punya agen cabang di kota-kota yang dilewati sepanjang perjalanan Sibolga-Medan. Misalnya di Tarutung, Pematangsiantar, atau Tebingtinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diantar Sampai Depan Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya taksi diberangkatkan pukul sembilan malam. Ini sudah diperkirakan sesuai dengan jam tempuh dan istirahat makan setengah jam sehingga tiba di kota tujuan menjelang pagi hari. Karena itu menjadi pemandangan biasa ketika pada pukul sembilan malam berbondong-bondong taksi bergerak meninggalkan Kota Sibolga. Demikian juga pada subuh hari, berbondong-bondong taksi dari Medan memasuki Sibolga.&lt;br /&gt;Supir taksinya dibekali dengan surat jalan yang mencantumkan daftar nama penumpang dan tujuan masing-masing. Jangan kaget kalau supirnya bukan supir yang menjemput tadi. Supir yang menjemput tadi biasanya disebut supir raun yang tugasnya memang cuma raun-raun – alias keliling-keliling – menjemput calon penumpang. &lt;br /&gt;Kalau naik taksi dari Sibolga ke Medan, maka tempat pemberhentian pertama biasanya di Kota Tarutung. Kota kecil berhawa dingin ini dipilih sebagai tempat istirahat karena jalur Sibolga-Tarutung terkenal dengan tikungan-tikungan tajamnya yang melelahkan. Padahal jaraknya hanya 66 Km. Tapi karena jalannya sempit, berliku-liku, dan banyak dihiasi tikungan tajam, jarak tempuhnya bisa sampai dua jam. &lt;br /&gt;Sementara supir taksinya minum kopi panas sambil ngobrol dengan sesama supir taksi lain, penumpang bisa membeli oleh-oleh berupa Kacang Sihobuk – kacang garing khas kota tersebut. Kacangnya renyah dan dijamin tidak ada di kota lain. Penumpang juga tidak usah ragu makan banyak-banyak. Tidak usah kuatir bakal muntah karena jalur bertikungan sudah tidak ada.&lt;br /&gt;Selanjutnya taksi meluncur mulus dengan kecepatan tinggi melewati Siborong-borong, Balige, Porsea, Parapat – kota di tepian Danau Toba – dan akhirnya Pematang Siantar. Jarak sejauh 155 km itu biasanya juga ditempuh dalam dua jam!  Jalannya memang lurus dan mulus. Penumpang biasanya juga tertidur sehingga sering tidak menyadari kalau taksinya istirahat lagi di Pematangsiantar.&lt;br /&gt;Supir taksi biasanya sudah mengantisipasi pukul berapa sebaiknya tiba di pool Kota Medan. Sebab kalau terlalu pagi kadang-kadang petugas pool atau supir raun-nya belum datang. Karena itu tidak jarang di Tebingtinggi taksi diistirahatkan lagi dan supirnya masuk ke rumah makan sekedar untuk tidur!&lt;br /&gt;Dari Tebingtinggi memang tinggal 80 km lagi ke Kota Medan. Itu bisa ditempuh dalam waktu paling lama satu setengah jam saja. Jalannya juga nyaris tanpa hambatan apa-apa. Karena itu supir lebih suka tidur dulu daripada nanti menunggu lama di pool.&lt;br /&gt;Memasuki daerah Amplas di luar Kota medan, penumpang biasanya sudah memberi tahu kepada supir minta diantar ke mana. Kalau alamat yang dituju berada sebelum pool taksi – biasanya di daerah Teladan – maka supir utama yang akan mengantarkan. Tapi kalau alamatnya setelah pool, supir taksi akan turun di pool, sementara tugas mengantar selanjutnya dilakukan supir raun.&lt;br /&gt;Karena tujuan saya biasanya ke hotel, maka saya selalu minta diantar belakangan. Dengan cara begitu saya bisa mengenal jalan-jalan di Kota Medan. Saya menikmati bagaimana taksi menyusuri jalan besar dan kecil yang masih sepi, mengantar penumpang satu per satu sampai depan pagar rumah, bahkan terkadang ikut membantu memencet bel rumah untuk memastikan penumpangnya telah sampai dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Diprotes Tukang Becak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampai awal 1990-an taksi merupakan sarana transportasi favorit bagi sebagian warga Sibolga. Mereka yang punya urusan bisnis ke Medan banyak menggunakan taksi. Selain cepat, sistim reservasinya juga praktis. Tinggal telpon, dijemput, berangkat, sampai tujuan diantar ke alamat.&lt;br /&gt;Pada awalnya taksi-taksi didominasi mobil jenis sedan dengan penumpang maksimal lima orang. Barangkali itu sebabnya disebut taksi karena mirip dengan taxi-taxi yang berseliweran di Jakarta. Nama-nama seperti Bengawan Taksi, Indah Taksi, dan Pelita Taksi sangat akrab bagi masyarakat di sana. Karena kelihatan bisnis tersebut menjanjikan prospek cerah, beberapa tahun kemudian – sekitar tahun 1993 – bermunculan perusahaan-perusahaan taksi sejenis tapi menggunakan kendaraan tipe colt L-300 yang bisa memuat delapan orang.&lt;br /&gt;Maka setiap pukul sembilan malam berseliweranlah nama-nama seperti Simpati, Palagan, SBI, Bhineka, CN 2000, Citra Nasional, SMJ, dan beberapa nama lain meramaikan dunia pertaksian di Sumatera Utara. Beberapa di antaranya juga membuka trayek Padangsidempuan-Medan. Disusul kemudian trayek Sibolga-Padang, dan belakangan Padangsidempuan-Pekanbaru.&lt;br /&gt;Maraknya perusahaan taksi yang muncul menunjukkan bisnis ini menguntungkan. Trayek yang dilayani pun makin beragam. Selain antar kota atau antar provinsi, ada juga yang melayani sampai ke kota kecamatan. Misalnya Aek Mais yang melayani rute Padangsidempuan-Natal, atau Anatra melayani Padangsidempuan-Kotanopan. Bahkan Sibolga-Padangsidempuan yang hanya berjarak 80-an km dilayani sampai dua perusahaan taksi. Hampir tiap jam armada mereka bersicepat mengantarkan penumpang.&lt;br /&gt;Kehadiran taksi-taksi untuk jarak pendek tadi sempat memicu protes dari para pengemudi becak karena pendapatan mereka jadi berkurang. Logikanya memang jelas. Untuk apa lagi naik becak kalau taksi-taksi itu mau menjemput dan mengantar penumpang? Toh pada akhirnya penumpang adalah raja. Mereka bebas memilih sarana transportasi yang lebih cepat, efisien, dan tidak bertele-tele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4110778338887708297?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4110778338887708297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/taksinya-bayar-masing-masing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4110778338887708297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4110778338887708297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/taksinya-bayar-masing-masing.html' title='Taksinya Bayar Masing-Masing'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-8871157105696915288</id><published>2010-05-07T01:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T19:26:39.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siantar'/><title type='text'>Belanja di Kantor Pajak</title><content type='html'>Pada suatu kesempatan saya berkunjung ke Kota Pematang Siantar – sekitar 128 Km selatan Medan. Menjelang memasuki kota, kiri-kanan jalan didominasi perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet.&lt;br /&gt;Saya menginap di sebuah desa di Kecamatan Tanah Jawa dan saat terbangun di pagi hari merasa sedang berada di sebuah desa di Jawa. Orang-orang saling berbicara dengan bahasa Jawa, anak-anak pergi ke sekolah dengan mengayuh sepeda bersama-sama, dan sarapan pagi dengan tempe goreng disertai urap – lalapan yang dibubuhi parutan kelapa muda. Sehabis sarapan, Bapak Tuan Rumah bersiap ke sawah dengan cangkul di pundak dan caping – topi bambu berbentuk kerucut – di kepala. Sementara sang ibu memakai kain dan berkata, “Saya tinggal dulu ke pajak ya, Dik.”&lt;br /&gt;“Pagi-pagi begini?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Kalau belanja ya harus pagi-pagi. Kalau kesiangan nanti tidak dapat apa-apa.”&lt;br /&gt;“O, pasarnya dekat kantor pajak ya?”&lt;br /&gt;Teman saya tertawa. Ternyata yang dimaksud pajak itu ya pasar. Jadi kalau bilang mau ke pajak, bukan berarti mau ke kantor pajak, melainkan mau belanja ke pasar. Uniknya hampir sebagian pasar di kota-kota di Sumatera Utara dinamai Pajak Horas.&lt;br /&gt;Wah, kalau begitu paling enak pegawai Kantor Pajak yang bertugas di Sumatera Utara. Sambil kerja ngurusi pajak penghasilan orang lain, bisa sambil sekalian belanja... di pajak betulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-8871157105696915288?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/8871157105696915288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/belanja-di-kantor-pajak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8871157105696915288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/8871157105696915288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/belanja-di-kantor-pajak.html' title='Belanja di Kantor Pajak'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-4892783452521376136</id><published>2010-05-07T01:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T01:23:30.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan raya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='binjai'/><title type='text'>Pasarnya Cuma Jalan Raya</title><content type='html'>Dalam satu kesempatan saya berkunjung ke Binjai, kota kecil yang terletak sekitar 27 Km ke arah barat luar kota Medan. Jalannya mulus dan ada bis kota yang melayani Medan-Binjai tiap hari. Alamat yang saya tuju hanya menyebutkan Pasar II nomor 38 Binjai. Meskipun begitu saya percaya tidak akan sulit menemukannya – karena Binjai tidaklah terlalu besar – kurang lebih sama dengan Sibolga.&lt;br /&gt;Turun dari bis kota saya langsung memanggil becak motor yang sudah berkerumun mencari penumpang. “Ke pasar dua, Bang!” kata saya sambil duduk santai di bangku penumpang.&lt;br /&gt;Teori saya sederhana saja. Yang namanya pasar pasti ramai, setidak-tidaknya becaknya terkena kemacetan. Jadi setelah pasar yang kedua baru saya memperhatikan nomor rumah di kanan jalan.&lt;br /&gt;Ternyata setelah sekian lama pasarnya tidak terlewati juga. Saya mulai resah. Apalagi jalannya semakin sepi. Rumah-rumah semakin jarang. Kiri-kanan cuma kebun melulu. Akhirnya saya bertanya kepada tukang becak, “Pasarnya masih jauh, Bang?”&lt;br /&gt;Becaknya langsung berhenti. “Pasar dua ya ini, Mas.”&lt;br /&gt;“Lho, yang mana pasarnya?”&lt;br /&gt;“Kalau di sini yang namanya pasar itu ya jalan. Pasar dua artinya jalan yang kedua. Nomor rumahnya berapa, Mas?”&lt;br /&gt;Saya menyebutkan nomor yang dimaksud.&lt;br /&gt;Becak berbalik arah dan tak sampai lima menit kemudian rumah yang dicari sudah ketemu – walaupun ‘pasarnya’ tidak. Untunglah sebutan pasar untuk menyebut jalan itu biasanya berakhir kalau jalannya sudah diberi nama oleh pemerintah. Kalau tidak, kasihan tukang becak. Bakal susah mengingat-ingat kalau sampai ada ‘pasar sembilan puluh tujuh’ misalnya.&lt;br /&gt;Setahun kemudian saya mengikuti diklat di Pondok Buluh – sebuah hutan pendidikan milik Dinas Kehutanan Pematang Siantar – sekitar 16 Km ke arah Parapat. Asramanya terletak di tengah hutan pinus, tiga kilometer dari jalan raya. Pada suatu hari minggu saya ingin jalan-jalan ke kota Siantar. Untuk memastikan saya bertanya kepada penjaga asrama.&lt;br /&gt;“Ikuti saja jalan itu, Pak. Nanti kalau sudah sampai pasar hitam, naik bis yang ke kiri. Bis apa saja. Pasti sampai Siantar.”&lt;br /&gt;Saya mengikuti petunjuknya. Karena sudah pernah punya pengalaman sebelumnya, saya tidak begitu kaget sewaktu jalannya berakhir di tepi jalan raya. Itulah pasar hitam, jalan besar beraspal hitam mulus yang menghubungkan Medan dengan kota-kota lainnya di Sumatera Utara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-4892783452521376136?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/4892783452521376136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/pasarnya-cuma-jalan-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4892783452521376136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/4892783452521376136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/pasarnya-cuma-jalan-raya.html' title='Pasarnya Cuma Jalan Raya'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-3348614172126828394</id><published>2010-05-06T02:55:00.000-07:00</published><updated>2011-05-06T04:03:30.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatera utara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siantar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='becak motor'/><title type='text'>Becak Sumatera Lebih Familiar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dZ30HkT51bY/S9ouFBUYBwI/AAAAAAAAAGQ/BOD3Rkpzb_I/s1600/becak+sumatera.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-dZ30HkT51bY/S9ouFBUYBwI/AAAAAAAAAGQ/BOD3Rkpzb_I/s320/becak+sumatera.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;linkhref="file: c:%5cdocume%7e1%5ccrystal%5clocals%7e1%5ctemp%5cmsohtml1%5c01%5cclip_filelist.xml="" rel="File-List"&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:12.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-GB;}@page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;Apa bedanya becak Tegal dengan becak Solo?&lt;br /&gt;Dilihat dari fisiknya, becak Tegal tampak ‘kontet’. Ruang penumpang seperti melesak ke bawah. Dalam posisi duduk santai, lutut dan dada penumpang nyaris sejajar. Pengayuh becak di bagian belakang duduk dengan posisi lebih tinggi sehingga dengan mudah melihat jalan di depannya. &lt;br /&gt;Sementara becak Solo terkesan gemuk dan gembrot. Kesan itu barangkali karena sisi kiri dan kanan yang menggelembung. Bangku penumpang agak tinggi sehingga kita laksana duduk di kursi kantor. Kalau penumpangnya wanita dan memakai kain, becak harus ditunggingkan ke depan agar penumpang dapat naik dengan nyaman. Kedudukan pengayuh dan penumpang yang nyaris sejajar menyebabkan pengayuh harus berdiri atau mendongakkan kepala kalau melewati jalan berlubang agar leluasa melihat ke depan.&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua: apa bedanya becak di Jawa dengan becak di Sumatera Utara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebih Familiar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 1990 adalah saat pertama kali saya berkenalan dengan becak Sumatera. Begitu turun dari bis di Terminal Sibolga – pagi-pagi sekali – sekelompok tukang becak sudah berkerumun menawarkan jasanya. Becaknya tidak kontet seperti becak Tegal, tidak juga gembrot seperti becak Solo. Ukuran becaknya biasa-biasa saja. Cuma posisi pengayuh becak berada di samping kanan tempat penumpang. &lt;br /&gt;Jadi sambil berbecak ria, kita bisa ngobrol dengan pengayuhnya yang mungkin sedang ngos-ngosan. Apalagi kalau kebetulan tukang becaknya bisa ngomong Jawa, wah, makin kerasan kita dibuatnya. Tapi walaupun ada yang bisa bicara Jawa, mereka jarang yang asli dari Pulau Jawa. Kebanyakan ya pujakesuma alias putra Jawa kelahiran Sumatera, yaitu lahir di Sumatera dari orangtua yang asli Jawa. &lt;br /&gt;Kalau penumpang dan pengayuhnya sama-sama orang Sumatera, maka martarombo-lah mereka, ngobrol soal silsilah marganya masing-masing. Tetapi sebagian besar pengayuh becak di Sibolga didominasi oleh orang Nias, salah satu etnis di Sumatera Utara yang dikenal sebagai pekerja keras. Wajah mereka mirip orang Cina, agak sipit dan berkulit putih. Sayangnya bahasa mereka terdengar ruwet dan sulit dipahami.&lt;br /&gt;Becak Sumatera merupakan gabungan antara sepeda dengan gerobak. Di antara keduanya dihubungkan dengan dua pipa besi. Kalau becak di Jawa dikelompokkan dalam kendaran roda tiga, maka becak di Sumatera mestinya masuk kelompok roda empat. Sebab rodanya memang empat, dua roda sepedanya dan dua lagi roda gerobaknya.&lt;br /&gt;Sayangnya becak Sumatera yang lebih familiar dan lebih friendly ini bakal tidak punya tempat di Jakarta. Bentuknya yang lebih lebar menyita lebih banyak tempat. Apalagi kalau mengayuh becaknya sambil martarombo, bisa-bisa diklakson mobil lain di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Harley Sampai Sekuter&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Becak khas Sumatera Utara menguasai hampir seluruh kota-kota besar di provinsi tersebut. Kita bisa melihatnya berseliweran di kota-kota seperti Sibolga, Pematang Siantar,&amp;nbsp; Padang sidempuan, Medan, bahkan sampai ke Banda Aceh. Mereka biasanya hilir mudik di tengah-tengah kota yang relatif datar. Untuk ke luar kota tersedia becak mesin –&amp;nbsp;&amp;nbsp; becak juga tapi digerakkan oleh tenaga sepeda motor.&lt;br /&gt;Dengan becak mesin perjalanan memang menjadi lebih cepat. Tapi ongkosnya juga menjadi lebih mahal, sebab bahan bakarnya memakai bensin – bukan sekedar nasi bungkus saja. Sayangnya becak mesin menjadi tidak familiar lagi karena tidak mungkin berbincang-bincang dengan pengemudinya saat becak melaju kencang.&lt;br /&gt;Untuk urusan becak mesin ini, kota Pematang Siantar terkenal dengan motor-motor besarnya. Jadi kalau kita naik becak di sana, kita seperti dikawal oleh Harley Davidson. Becak mesin di Siantar memang digerakkan oleh sepeda motor ber-CC besar model Norton atau BSA. Motor-motor keluaran jaman Jepang itu ternyata masih eksis meskipun banyak sparepartnya yang terpaksa dimodifikasi sendiri. &lt;br /&gt;Pengemudi becak mesin di Sibolga lebih beruntung karena sepeda motornya bukan motor besar&amp;nbsp; keluaran jaman rekiplik. Kebanyakan didominasi oleh&amp;nbsp; sepeda motor Honda GL 100 atau sebangsanya. Demikian juga becak mesin di Banda Aceh, tenaga penggeraknya menggunakan sepeda motor keluaran lama – tapi tidak sekuno becak Siantar. Yang unik adalah becak mesin yang lalu-lalang di kota Padangsidempuan. Motor penggeraknya menggunakan sekuter!&lt;br /&gt;Iutlah sebabnya kenapa anak-anak muda di Padangsidempuan jarang yang mau berjalan-jalan mengendarai sekuter. Soalnya kalau ketemu teman-teman atau gadis cantik suka diledek, “Eh, becak Bapakmu kamu copot ya?” &lt;br /&gt;&lt;/linkhref="file:&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber foto:  transport.atvisit.com/becak-medan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-3348614172126828394?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/3348614172126828394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/becak-sumatera-lebih-familiar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3348614172126828394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/3348614172126828394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/05/becak-sumatera-lebih-familiar.html' title='Becak Sumatera Lebih Familiar'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dZ30HkT51bY/S9ouFBUYBwI/AAAAAAAAAGQ/BOD3Rkpzb_I/s72-c/becak+sumatera.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5204830781465046431.post-6895708615102541958</id><published>2010-04-28T20:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T02:39:28.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kereta angin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatera utara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sibolga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kereta'/><title type='text'>Kereta atau Motor?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kSGTM7PNQNs/TdzNjcI43aI/AAAAAAAAAh0/CcYA8hHwnwk/s1600/Kereta2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="306" src="http://4.bp.blogspot.com/-kSGTM7PNQNs/TdzNjcI43aI/AAAAAAAAAh0/CcYA8hHwnwk/s320/Kereta2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt; “Keponakanku beruntung sekali kawin sama orang Sumatera. Mertuanya kaya raya. Bayangkan saja, katanya di kampung sana kebun sawitnya duabelas hektar, kebun rambungnya sepuluh hektar, motornya cuma dua tapi keretanya enam!…”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Begitulah yang saya dengar pada suatu siang yang panas dalam metromini yang terjebak kemacetan di kawasan Senen, Jakarta. Sebagai orang yang pernah lama bekerja di Sumatera Utara, saya tahu yang dimaksud Sumatera oleh ibu tadi pastilah dari Sumatera Utara. Saya juga tidak heran kalau ia juga menyebut mertuanya punya enam buah kereta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Antara tahun 1990 sampai 2002 saya bekerja di Sibolga – sebuah kota kecil dengan panorama pantai yang indah – sekitar 350 Km di selatan Kota Medan. Laut membentang di depan mata, sementara perbukitan memanjang di belakang punggung. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Angkutan kota tak seberapa ramai. Untuk angkutan sehari-hari tersedia becak yang jumlahnya ratusan. Berbeda dengan becak jawa, pengemudi becak Sibolga berada di samping. Itu untuk di dalam kota. Kalau mau keluar kota yang jalannya agak menanjak tersedia becak motor. Semacam becak juga tetapi tenaga penggeraknya sepeda motor. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena jalan-jalan dengan becak kurang leluasa, saya terpikir untuk meminjam sepeda motor. Kepada teman sekantor yang asli orang Sibolga saya mengutarakan niat itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Boleh, Pak. Besok sekalian saya temani. Kita pakai kereta saja.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebetulnya saya lebih suka pakai sepeda motor saja karena lebih leluasa kalau mau berhenti atau masuk ke jalan-jalan kecil. Lagipula setahu saya tidak ada stasiun kereta di Sibolga. Lintasannya saja tidak pernah kelihatan. Tapi karena segan mendebat – mungkin rekan itu keberatan sepeda motornya dipinjam – saya diam saja. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketika keesokan harinya rekan itu datang dengan sepeda motor, saya memberanikan diri berkata, “Kita naik sepeda motor saja deh. Tidak usah naik kereta api. Lebih santai, kan?”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sesaat kemudian saya tahu bahwa yang dimaksudkan dengan kereta kemarin ya sepeda motor itu. “Kalau di Sumatera yang namanya kereta ya sepeda motor, Pak.. Kecuali kalau disebutkan lengkap kereta api, baru maksudnya kereta yang pakai rel itu!”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Berarti istilah sepeda motor tidak ada ya?” &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tidak ada. Yang ada ya kereta, atau kereta api, atau kereta angin. Kalau kereta angin itu yang digenjot pake kaki itu, Pak. Kalau di tempat Bapak mungkin namanya sepeda ya?”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; O… sepeda onthel,  kata saya dalam hati sambil tertawa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah tahu bedanya antara kereta api, kereta angin, dan kereta saja, dua hari kemudian saya kembali dikejutkan dengan istilah yang lain lagi. Hari itu saya akan mengunjungi pembibitan yang letaknya sekitar 13 Km dari kantor proyek. Secara kebetulan ada sebelas karyawan yang juga akan ke sana. Karena saya belum tahu tempatnya, maka saya minta supaya nanti berangkat bersama-sama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sampai tiga jam kemudian masih juga belum ada pemberitahuan. Karena sudah pukul sebelas siang – sementara saya berencana akan pulang pergi – saya kembali ke depan. Ternyata ke sebelas karyawan tadi masih duduk-duduk santai sambil ngobrol dan  merokok.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kok belum berangkat?” tanya saya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Belum, Pak,  motornya belum datang.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jadi kita mau naik motor? Apa motor bisa masuk ke lokasi yang banyak tanjakannya? Lagipula kita kan duabelas orang, berapa motor yang nanti kita perlukan?”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagian dari para karyawan itu tertawa. Setengah jam kemudian yang datang menjemput adalah dumptruk proyek yang bisa memuat sampai seratus orang di bak belakang. Saya yang kebagian duduk di kabin depan, di samping supir, kemudian baru ngeh bahwa yang dimaksudkan dengan motor tak lain adalah mobil. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah bertahun-tahun kemudian saya semakin paham bahwa di Sumatera Utara semua kendaraan roda empat disebut motor. Baik itu kendaraan proyek, mobil pribadi, maupun motor sewa – yaitu angkutan umum untuk menarik penumpang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-srdVoIQ7_dA/TdzNj_C1xXI/AAAAAAAAAh8/Cr_YxLWClEQ/s1600/Kereta1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-srdVoIQ7_dA/TdzNj_C1xXI/AAAAAAAAAh8/Cr_YxLWClEQ/s320/Kereta1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;Pernah dimuat di Intisari no.492/Juli 2004&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5204830781465046431-6895708615102541958?l=liveisadventures.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://liveisadventures.blogspot.com/feeds/6895708615102541958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/04/keponakanku-beruntung-sekali-kawin-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6895708615102541958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5204830781465046431/posts/default/6895708615102541958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://liveisadventures.blogspot.com/2010/04/keponakanku-beruntung-sekali-kawin-sama.html' title='Kereta atau Motor?'/><author><name>e. supriyanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kSGTM7PNQNs/TdzNjcI43aI/AAAAAAAAAh0/CcYA8hHwnwk/s72-c/Kereta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
