Tampilkan postingan dengan label logging truck. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label logging truck. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Sekolah Alam yang Sesungguhnya…

 

Apakah di camp ada sekolah? Pertanyaan ini pernah diajukan oleh seorang rekan, dan jawabannya bisa ya bisa tidak. Perusahaan-perusahaan besar yang memahami pentingnya sumber daya manusia, biasanya menyediakan sekolah di lokasi base camp. Sarana belajar tersebut dibangun seluruhnya oleh perusahaan. Bahkan guru-gurunya pun digaji perusahaan. Ada yang murni bekerja sebagai pengajar, ada juga yang paruh waktu, dalam arti tercatat sebagai karyawan kantor tapi pada siang atau sore hari menjadi guru di sekolah tersebut. Murid-muridnya terutama anak para karyawan, meski tidak tertutup kemungkinan ada juga anak masyarakat di sekitar camp yang ikut bersekolah di situ.

 

Tapi ada juga perusahaan yang tidak menyediakan sarana belajar untuk anak-anak karyawannya. Pertimbangannya bisa karena jumlah anak-anak yang sedikit, bisa karena tidak jauh dari camp ada perkampungan yang sudah memiliki sekolah. Jika di camp atau di kampong terdekat tidak ada sekolah – apaboleh buat – anak-anak harus ‘dikeluarkan’ dari lingkungan camp begitu memasuki usia belajar. Jika ada keluarga yang bisa dititipi, cukuplah si anak yang dikirim ke kampung dalam pengasuhan tante atau neneknya. Jika tidak ada wali murid – apaboleh buat – sang ibu harus rela berpisah dengan suaminya demi masa depan anak yang lebih baik.

  

Karena berada di lingkungan base camp, apa yang dilihat murid tidak jauh dari suasana operasional perusahaan. Truk-truk raksasa bermuatan kayu-kayu besar menjadi pemandangan sehari-hari. Kadang-kadang mereka juga menumpang truk tersebut jika kebetulan sedang kosong muatan. Jika tidak ada truk yang lewat, berjalan kaki menyusuri jalan angkutan kayu terpaksa harus dijalani. Bersekolah di pedalaman identik dengan sekolah di alam liar. Jalan setapak dengan rumput setinggi lutut harus dilalui, rawa-rawa dengan air menghitam harus diseberangi, dan segerombol burung rangkong (Buceros rinocheros) berkaok-kaok di atas langit mengiringi upacara pagi hari. Ketika di kota banyak yang antusias menyekolahkan anaknya di sekolah alam karena pola pengajaran yang berbeda, jauuuh di pedalaman sana anak-anak tidak perlu memilih karena berada di sekolah alam yang sesungguhnya….  

Jumat, 31 Agustus 2012

Hujan Lagi, Hujan Lagi....


Seperti yang sudah pernah diceritakan sebelumnya, hujan adalah musuh utama pekerja di hutan. Pada saat hujan turun, semua aktifitas secara spontan dihentikan. Dan ini berlaku mulai dari ujung kegiatan (di tengah hutan) sampai ke ujung lainnya (di logpond atau logyard).

Aktifitas di base camp terbatas hanya di kantor dan bengkel saja, itu pun pada saat jam kerja. Di luar itu bisa dikatakan libur total. Apalagi kalau hujan turun berkepanjangan sampai malam hari, wah, makin bete saja penghuni camp. Keluar rumah tidak bisa, nonton tivi kadang suaranya kalah oleh gemuruh hujan – karena umumnya bangunan camp menggunakan atap seng. Belum lagi kalau posisi base camp berada di tempat rendah. Meski berada di ketinggian, banjir mungkin saja terjadi. 


Para penebang atau chainsaw man dilarang melakukan kegiatan penebangan karena hujan dan angin bisa mengubah arah jatuhnya pohon. Ini akan menimbulkan resiko kecelakaan bagi pekerja. Belum lagi tanah yang licin dapat menyulitkan operator saat menghindari berubahnya arah rebah.
Unit kendaraan berat seperti Logging Truck yang mengangkut log juga dilarang beroperasi saat jalanan basah. Secara teknis, kendaraan bisa saja dioperasikan, tapi dampaknya akan merusak jalan. Memperbaiki jaringan jalan yang rusak jauh lebih merepotkan daripada membuka jalan baru. Karena itu apabila mendadak hujan turun, operator logging truck harus menghentikan kendaraannya. Jika posisinya kurang strategis – misalnya pada tanjakan atau turunan – bisa mencari tempat yang lebih stabil. Kemudian menunggu sampai ada unit kecil datang menjemput. Apabila kondisi cuaca sudah memungkinkan, supir akan diantar oleh unit kecil untuk melanjutkan perjalanan.


Unit kecil seperti Strada, Triton atau L200 tidak begitu terpengaruh dengan jalan licin karena mereka dilengkapi Double Gardan yang memang diperuntukkan bagi medan berat. Selama tidak keluar dari bahu jalan, tidak apa-apa. Masalah akan timbul kalau ada unit besar yang terpuruk melintang jalan, karena otomatis jalur di belakangnya akan terhambat.


Juga perlu diwaspadai apabila jalur jalan melintasi sungai berbatu. Naiknya permukaan air akibat hujan di hulu sungai dapat menghadirkan banjir bandang yang bisa menghanyutkan kendaraan kecil. Permasalahan semakin bertambah karena kendaraan generasi terbaru hampir semuanya dioperasikan secara elektris. Dalam beberapa kasus, tekanan air dari luar secara otomatis membuat semua fungsi kendaraan terkunci. Karena itu bagi penumpang unit kecil pada saat menyeberangi sungai dianjurkan untuk tetap membuka jendela samping. Ini untuk berjaga-jaga agar penumpang bisa segera keluar menyelamatkan diri jika unit terseret air....
 

Rabu, 30 November 2011

Logging Truck


Gambar kendaraan seperti terlihat di atas disebut logging truck. Kendaraan ini digunakan khusus untuk mengangkut kayu bulat (log). Heavy Equipment ini dapat memuat kayu bulat sampai 40 meter kubik atau setara dengan 50 ton kayu gelondongan!
Bagian belakang dibuat tanpa pembatas agar mudah menaik-turunkan kayu. Hanya ada tiang penyangga di kanan kiri badan truk, untuk menjaga agar muatan tidak jatuh.

Di kalangan pekerja hutan, truk semacam itu populer dengan sebutan ‘trailer’. Sebutan trailer ini diberikan karena truk mempunyai gandengan. (Logging truck yang tidak mempunyai gandengan disebut engkel). Gandengan itu bisa dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan. Pada saat bermuatan, gandengan dipasang supaya truk bisa menampung kayu bulat dengan kisaran panjang sampai 16 meter. Pada saat tanpa muatan, gandengan dilepas dan dinaikkan di bak belakang sehingga truk dapat melaju lebih nyaman.

















Sambungan belakang dipindahkan dengan alat berat lain yang populer disebut kepiting. Nama resmi kendaraan tersebut adalah Loader.
Sesuai namanya, loader digunakan untuk membongkar dan memuat kayu gelondongan dari atau ke atas logging truck. Ada dua macam loader, yaitu Wheel Loader yang memakai ban karet seperti terlihat dalam gambar. Ada juga Track Loader yang menggunakan ban rantai seperti bulldozer atau tank baja. Track Loader lazim digunakan untuk daerah pemuatan dengan kondisi becek atau ekstrem.


Bagaimana memindahkan gandengan supaya bisa nangkring dengan nyaman di bagian belakang logging truck, bisa dilihat dalam rangkaian gambar berikut.