Jumat, 07 Mei 2010

Belanja di Kantor Pajak

Pada suatu kesempatan saya berkunjung ke Kota Pematang Siantar – sekitar 128 Km selatan Medan. Menjelang memasuki kota, kiri-kanan jalan didominasi perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet.
Saya menginap di sebuah desa di Kecamatan Tanah Jawa dan saat terbangun di pagi hari merasa sedang berada di sebuah desa di Jawa. Orang-orang saling berbicara dengan bahasa Jawa, anak-anak pergi ke sekolah dengan mengayuh sepeda bersama-sama, dan sarapan pagi dengan tempe goreng disertai urap – lalapan yang dibubuhi parutan kelapa muda. Sehabis sarapan, Bapak Tuan Rumah bersiap ke sawah dengan cangkul di pundak dan caping – topi bambu berbentuk kerucut – di kepala. Sementara sang ibu memakai kain dan berkata, “Saya tinggal dulu ke pajak ya, Dik.”
“Pagi-pagi begini?” tanya saya.
“Kalau belanja ya harus pagi-pagi. Kalau kesiangan nanti tidak dapat apa-apa.”
“O, pasarnya dekat kantor pajak ya?”
Teman saya tertawa. Ternyata yang dimaksud pajak itu ya pasar. Jadi kalau bilang mau ke pajak, bukan berarti mau ke kantor pajak, melainkan mau belanja ke pasar. Uniknya hampir sebagian pasar di kota-kota di Sumatera Utara dinamai Pajak Horas.
Wah, kalau begitu paling enak pegawai Kantor Pajak yang bertugas di Sumatera Utara. Sambil kerja ngurusi pajak penghasilan orang lain, bisa sambil sekalian belanja... di pajak betulan!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar