Rabu, 12 Mei 2010

Dipanggil Dengan Nama Anaknya

Selain persoalan memanggil dengan nama marga, persoalan panggil memanggil ini ternyata belum selesai. Banyak karyawan yang sering dipanggil dengan nama yang berbeda dengan namanya sendiri. Ada yang bernama Amin Saputra tapi sehari-harinya dipanggil Pak Rizal. Istrinya juga disebut Mak Rizal. Ada lagi marga Manulang yang dipanggil Papa Amel, sementara istrinya dipanggil Mama Amel.
Tadinya saya pikir itu adalah julukan atau alias, atau sekedar nama kecil untuk menunjukkan keakraban. Ternyata bukan. Nama panggilan itu adalah nama anak pertama mereka.
“Kebiasaan di sini memang begitu. Orang biasa dipanggil dengan nama anak pertamanya. Pak Rizal itu berarti Bapaknya si Rizal. Kalau Papa Amel berarti Papanya si Amel….”
Tanya punya tanya, kebiasaan itu terjadi karena banyaknya nama atau marga yang sama. Jadi untuk mempermudah pengenalan, nama anak pertamanya yang dipakai, tidak peduli apakah anak pertamanya laki-laki atau perempuan. Juga tidak peduli apakah anaknya baru satu atau sudah dua belas.
Kemudian bagaimana kalau sudah punya anak tetapi anaknya belum diberi nama? Soalnya di kalangan suku Batak kadangkala untuk memberi nama anak harus menunggu persetujuan dulu dari Ompung (kakek-nenek) dan kerabat se-marga lainnya.
Gampang. Kalau anaknya laki-laki, untuk sementara Bapaknya boleh dipanggil Pak Ucok. Sedangkan kalau anaknya perempuan, panggil saja Pak Butet. Nanti kalau anaknya sudah dapat nama, otomatis sebutan itu akan berganti dengan sendirinya.
Tadinya saya pikir ini cuma kebiasaan di Sumatera Utara saja. Ternyata tidak.
Anda kenal Papa T. Bob? Nama pencipta lagu anak-anak itu ternyata juga bukan nama aslinya. Nama itu diambil dari nama anak laki-laki pertamanya, yaitu si T.Bob. Jadi Papa T. Bob artinya ya Bapaknya si T. Bob.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar